Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Dinkes Sleman Minta Masyarakat Tetap Waspada terhadap Penularan Antraks

Adib Lazwar Irkhami • Sabtu, 16 Maret 2024 | 16:45 WIB
Pekerja menyemprotkan cairan untuk mencegah penyebaran penyakit menular pada hewan sapi.
Pekerja menyemprotkan cairan untuk mencegah penyebaran penyakit menular pada hewan sapi.

RADAR JOGJA - Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman meminta masyarakat tetap waspada terhadap penularan antraks, meski tidak bisa menular dari manusia ke manusia. Pasalnya, virus penyebab penyakit antraks dapat disebarkan melalui spora dari daging ternak yang dibrandu.


Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Sleman Khamidah Yuliati mengatakan, masyarakat memang harus waspada terhadap penularan penyakit antraks. Sebab penyakit itu merupakan zoonosis, yang dapat timbul dan menular ke manusia melalui spora bakteri pada ternak maupun daging ternak yang terinfeksi antraks.


Menurutnya, kewaspadaan perlu dilakukan menyusul adanya temuan positif antraks di Padukuhan Kalinongko Kidul, Gayamharjo, Prambanan. Di mana kasus itu ditemukan usai masyarakat mem-brandu atau urunan secara gotong royong ternak yang sakit. Lalu menyembelih dan dagingnya dibagi rata kepada masyarakat yang sudah "membeli".


"Betul memang tidak ada penularan dari manusia ke manusia untuk antraks. Tetapi harus tetap waspada akan timbulnya antraks, karena bisa didapat dari spora bakteri antraks yang ada pada hewan ternak yang dibrandu dan mengandung bakteri tersebut," ujar Yuli, sapaanya saat dikonfirmasi kemarin (15/3).


Yuli menyatakan sebelumnya Balai Besar Veteriner (Bbvet) Wates juga telah mengambil sampel darah dan kerok kulit terhadap 26 warga Kalinongko Kidul. Secara otomatis, puluhan warga itu masuk dalam suspek antraks karena sudah diputuskan hasil positif dari hasil uji sampel darah dan tanah tempat penyembelihan ternak yang sakit.


Terkait penanganan warga Kalinongko Kidul, Dinkes Sleman dan fasilitas kesehatan di Kapanewon Prambanan disebut sudah melakukan profilaksis atau pencegahan infeksi dengan obat-obatan bagi warga yang bergejala mengarah ke antraks. Upaya itu juga dilakukan kepada warga yang melakukan kontak dengan daging atau ternak yang dibrandu. "Kalau untuk isolasi kepada warga suspek, tidak ada,” tambah Yuli. (inu/laz)

Editor : Satria Pradika
#Penularan Antraks #BBVET #dinkes sleman #Kabupaten Sleman