SLEMAN - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Yogyakarta mengingatkan potensi bencana hidrometeorologi pada beberapa wilayah hingga beberapa hari kedepan.
Bahkan, untuk kawasan perairan di DIY juga berpotensi gelombang tinggi.
Kepala Stasiun Meteorologi BMKG Yogyakarta Warjono mengatakan, dari hasil analisis dinamika atmosfer terdapat pusat tekanan rendah di Australia bagian utara dan Samudera Hindia selatan Jawa.
Kondisi tersebut membentuk pertemuan arus angin di wilayah Jawa dan perairan selatan Jawa dengan kecepatan 40-60 km/jam dan mengarah ke barat-barat laut.
Kemudian, lanjut Warjono, pantauan Madden Julian Oscillation (MJO) berada di fase empat. Lalu untuk gelombang atmosfer Rossby Ekuator berada di Jawa bagian tengah dan timur.
Sehingga turut berkontribusi terhadap proses pembentukan awan hujan di wilayah Indonesia.
Sementara untuk Suhu Muka Laut (SML), menurut dia, baik dalam skala harian maupun mingguan di Laut Jawa dan Samudra Hindia Selatan Jawa terpantau hangat dengan suhu berkisar 29-31 derajat celcius.
Serta anomali SML juga terpantau hangat dengan besaran 0.5-4.8 derajat celcius. Yang dimana, hal tersebut akan menambah potensi penguapan atau kandungan uap air dalam atmosfer.
Baca Juga: Pasar Ramadhan Makin Banyak Bermunculan Gemas UMP Tumbuhkan Jiwa Kewirausahaan Mahasiswa
“Hasil analisis terkini dari profil vertikal kelembaban udara di wilayah DIY pada ketinggian 1.5-3.0 km (level 850-700 mb) berkisar antara 80-95 persen (basah). Sehingga menyebabkan potensi pertumbuhan awan hujan di wilayah DIY pada siang, sore, dan malam hari,” ujar Jojo, sapaan akrab Warjono, dalam keterangannya, Kamis (14/3).
Dengan berbagai kondisi tersebut, Jojo memprediksi, akan ada kondisi berupa hujan disertai angin kencang hingga tiga hari ke depan.
Dimulai pada hari Kamis (14/3) dengan potensi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat dan angin kencang.
Serta bisa terjadi di wilayah Kota Jogja, Sleman, Bantul, Gunungkidul, dan Kulonprogo bagian Utara.
Kemudian pada Jumat (15/3) kondisi cuaca berupa hujan sedang hingga lebat disertai petir dan angin kencang dapat terjadi di wilayah Kota Jogja, Sleman, Bantul, Kulon Progo, dan Gunungkidul bagian utara.
Sementara pada hari Sabtu, kondisi cuaca seperti itu juga dapat terjadi di Kota Jogja, Sleman, Bantul bagian utara, Kulonprogo bagian utara, dan Gunungkidul bagian utara.
Oleh karena itu, Jojo pun mengimbau agar masyarakat waspada terhadap bencana hidrometeorologi berupa pohon tumbang, banjir, hingga tanah longsor.
Terlebih ketika kondisi cuaca sedang hujan lebat disertai petir dan angin kencang.
“Kami juga meminta agar masyarakat mewaspadai potensi gelombang tinggi di perairan Yogyakarta,” imbuhnya.
Terkait dengan kesiapan menghadapi potensi bencana, sebelumnya Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo meminta, agar masyarakat memiliki pengetahuan tentang kebencanaan.
Sebab, kondisi di Kabupaten Sleman merupakan salah satu wilayah yang masuk dalam kawasan rawan bencana.
Selain itu, instansi terkait di Pemkab Sleman pun diharapkan dapat memastikan sarana dan prasarana penanganan bencana dalam kondisi baik.
Serta meningkatkan kewaspadaan untuk mengantisipasi berbagai potensi bencana yang bisa terjadi di kabupaten Sleman.
“Dengan berbekal pengetahuan dan pengalaman yang memadai dalam menghadapi bencana, maka kita akan mampu bersikap dan bertindak secara cepat dan tepat,” ucap Kustini. (inu)