Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Dampak Hujan dan Angin Sebabkan Beberapa Kerusakan di DIY, Masih Berpotensi Terjadi Hingga Tiga Hari ke Depan

Fahmi Fahriza • Minggu, 10 Maret 2024 | 02:27 WIB
WASPADA: Dampak kerusakan yang disebabkan oleh hujan dan angin kencang yang melanda wilayah DIY.
WASPADA: Dampak kerusakan yang disebabkan oleh hujan dan angin kencang yang melanda wilayah DIY.
 
JOGJA - Hujan dan angin yang melanda wilayah DIY hari ini Sabtu (9/3) cukup banyak menimbulkan dampak kerusakan di beberapa titik.
 
Analis Cuaca Stasiun Meteorologi Yogyakarta Slamet Riyadi memetakan, lokasi terdampak kejadian hujan lebat yang menyebabkan pohon tumbang dan jaringan listrik putus terjadi di Kapanewon Paliyan, Playen, Wonosari, Tanjungsari, Saptosari, dan Semanu di Kabupaten Gunungkidul.
 
Selain itu, Kapanewon Galur, Lendah, dan Sentolo di Kabupaten Kulon Progo.
 
"Pukul 08.30 tadi, dilaporkan terjadi dampak bencana hidrometeorologi berupa Hujan Sedang-Lebat yang disertai angin kencang dan petir di beberapa titik," katanya, Sabtu (9/3).
 
 
Saat dikonfirmasi Radar Jogja, Slamet mengungkapkan, secara keseluruhan dampak kerusakan yang terjadi di Gunungkidul dan Kulonprogo terjadi di total 10 Kapanewon.
 
Itu meliputi 7 Kapanewon di Gunungkidul dan 3 Kapanewon di Kulon Progo.
 
Adapun bangunan rusak tertimpa pohon di Gunungkidul ada di Kapanewon Paliyan 1 lokasi, Kapanewon Playen 2 lokasi, Kapanewon Wonosari 2 lokasi, Kapanewon Tanjungsari 1 lokasi, Kapanewon Semanu 2 lokasi, Kapanewon Saptosari 1 lokasi, dan Kapanewon Panggang 1 lokasi.
 
Sementara itu, di Kabupaten Kulon Progo ada di Kapanewon Galur 1 lokasi, Kapanewon Lendah 3 lokasi, dan Kapanewon Sentolo 2 lokasi.
 
Slamet menjelaskan, berdasarkan analisa perkembangan dinamika atmosfer laut untuk 3 hari ke depan menunjukkan peluang hujan dengan intensitas sedang lebat yang dapat disertai petir atau kilat dan angin kencang masih berpeluang terjadi di wilayah DIY. 
 
"Potensi cuaca ekstrem berpotensi terjadi pada siang hingga sore hari, terhitung tanggal 10 hingga 12 Maret," paparnya.
 
Untuk tanggal 10 Maret, Slamet membeberkan, potensi hujan sedang lebat yang dapat disertai kilat atau petir dan angin kencang di Sleman, Kota Jogja, Gunungkidul bagian utara, Bantul bagian utara, dan Kulon Progo bagian utara.
 
 
Lalu, di tanggal 11 Maret 2024 ada potensi hujan sedang lebat yang dapat disertai kilat atau petir dan angin kencang di Sleman, Kota Jogja, Gunungkidul bagian utara, Bantul bagian utara, dan Kulon Progo bagian utara.
 
 
Sedang pada 12 Maret 2024 berpotensi hujan sedang lebat yang dapat disertai kilat atau petir dan angin kencang berpotensi terjadi di Kota Jogja, Sleman, Bantul bagian utara, Kulon Progo bagian utar, dan Gunungkidul.
 
Sementara itu, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sleman Makwan merinci, hingga Sabtu (9/3) pukul 16.40 sore, dampak hujan dan angin setidaknya terjadi di 4 Kapanewon Sleman.
 
"Sejauh ini yang terdampak ada di Kapanewon Cangkringan, Turi, Minggir, dan Pakem," sebutnya.
 
Ia menyebutkan, diawali peringatan dini oleh BMKG YIA Yogyakarta terkait dengan cuaca hujan disertai angin kencang di wilayah Kabupaten Sleman pada pukul 14.22 WIB.
 
Terjadi hujan ringan sedang yang disertai angin kencang di Kabupaten Sleman mengakibatkan beberapa pohon tumbang, banjir, dan longsor.
 
Makwan menuturkan, telah dilangsungkan juga upaya penanganan dengan melakukan asesment data dampak kejadian, koordinasi dengan pihak terkait, pemotongan pohon, dan juga distribusi bantuan darurat.
 
"Beberapa sudah selesai ditangani, melibatkan warga, relawan, Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Sleman, dan komunitas relawan," tandasnya. (iza)
 
Editor : Amin Surachmad
#Hujan lebat #Angin Kencang #BMKG