SLEMAN - Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Sleman memastikan ada tujuh nama yang berpotensi menduduki kursi empuk DPRD Sleman.
Bahkan, pengisi legislator dari partai berlambang bola dunia dengan sembilan bintang itu juga didominasi wajah baru.
Ketua DPC PKB Sleman Raden Agus Choliq mengatakan, dari tujuh caleg yang lolos hanya dua petahana yang mampu mempertahankan kursi legislatif.
Sementara lima sisanya merupakan wajah-wajah baru atau caleg yang baru ikut dalam kontestasi Pemilu 2024 di Sleman.
Choliq merinci, untuk dua incumbent yang berhasil lolos di antaranya Wawan Prasetia dari Dapil Sleman 1 yang mencakup Kapanewon Sleman, Tempel, dan Turi.
Selain itu, Ani Martanti yang meraup suara di Dapil Sleman 2 atau meliputi Kapanewon Ngaglik, Pakem, dan Cangkringan.
Kemudian untuk wajah-wajah barunya, dia membeberkan, ada dua caleg dari PKB yang lolos di Dapil 3, yakni Hery Setiawan dan Wiratno.
Kemudian di Dapil 4 caleg yang lolos bernama Wanto. Lalu, di Dapil 5 ada Herman Budi Pramono serta di Dapil 6 ada Syukron Arif Muttaqin.
“Caleg yang lolos didominasi wajah-wajah baru, incumbent hanya dua,” ujar Choliq saat dikonfirmasi, Kamis (7/2).
Lebih lanjut, Choliq menyatakan, perolehan kursi PKB di Pemilu 2024 ini juga bertambah.
Jika pada Pemilu 2019 lalu PKB mendapatkan enam kursi, untuk tahun ini berhasil menambah satu kursi atau mendapatkan tujuh kursi.
Dia pun memastikan, kalau PKB kemungkinan besar juga dapat mengamankan kursi pimpinan DPRD Sleman.
Sebab, perolehan kursi dari partai yang dibentuk oleh Abdurrahman Wahid itu masuk urutan kedua setelah PDI Perjuangan.
“Data sementara kita nomor urut dua perolehan kursi, sehingga berpotensi mendapat kursi pimpinan,” terang Choliq.
Sementara untuk jabatan Ketua DPRD Sleman, PDI Perjuangan merupakan partai yang memiliki peluang besar mendapatkannya.
Karena partai besutan Megawati Soekarnoputri itu mendapatkan 13 kursi dan menjadi yang tertinggi dibandingkan partai-partai lain.
Ketua DPC PDI Perjuangan Sleman Koeswanto mengungkap, kalau perolehan kursi DPRD Sleman di Pemilu 2024 turun dua kursi. Lantaran di Pemilu 2019 lalu partainya mampu mendapatkan 15 kursi.
“Memang suara kami turun dibandingkan dengan Pemilu 2019, namun kami masih bisa mendapatkan jabatan pimpinan dewan,” katanya. (inu)