RADAR JOGJA- Gunung Merapi telah memuntahkan awan panas guguran (APG) sebanyak tujuh kali dengan jarak luncuran yang bervariasi, pada Senin (04/03/2024).
Suratno menjelaskan kepada Kepala BPBD, bahwa awan panas guguran terjadi sekitar pukul 16.03, 16.18, 16.22, 16.24, 16.27, 16.29, dan 16.32.
Jarak luncur APG terjauh mencapai 2,6 kilometer ke arah barat daya. Sedangkan untuk arah angin sendiri, mengarah ke timur.
Kondisi tersebut menimbulkan terjadinya hujan abu pada wilayah Kabupaten Boyolali. Terdapat sedikitnya 11 desa di empat kecamatan terdampak hujan abu.
“Di Kecamatan Selo, hujan abu tipis terjadi di Desa Lencoh dan Suroteleng. Durasi 5-10 menit,” ungkap Suratno.
Untuk laporan sementara, terdapat dua desa di Kecamatan Selo yang terkena hujan abu. Sedangkan untuk desa lainnya sedang diguyur hujan.
Desa yang terdampak hujan abu di Kecamatan Cepogo diantaranya Desa Wonodoyo, Gedangan, Sumbung, dan juga Paras.
Suratno menerangkan, bahwa di Desa Sumbung masih terguyur oleh hujan abu tipis hingga sore, sekitar pukul 18.20. Di Kecamatan Musuk, hujan abu mengguyur Desa Musuk, Cluntang, Sruni, dan Ringin Larik. Sedangkan di Kecamatan Tamansari, hujan abu terjadi di Desa Lanjaran.
“Kondisi masyarakat relatif aman dan terkendali. Tidak ada gangguan berarti,” tambahnya.
Sementara itu, desa dengan status kawasan rawan bencana (KRB) III, yaitu Desa Tlogolele, Klakah, dan Jrakah tidak ada temuan hujan abu.
Dengan peristiwa ini, Suratno menghimbau masyarakat untuk tetap tenang dan selalu menjaga kesehatan. Penggunaan masker juga disarankan agar masyarakat tidak terkena gangguan pada saluran pernapasan, khusunya di daerah yang terdampak hujan abu. {}
Editor : Iwa Ikhwanudin