Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Waspada, Lur! Selama 2024 Sudah Ada 30 Kasus Terkonfirmasi DBD di Sleman

Iwan Nurwanto • Senin, 4 Maret 2024 | 20:12 WIB
BAGIAN ANTISIPASI: Fogging atau pengasapan dilakukan sebagai salah satu upaya memberantas nyamuk penyebab demam berdarah. (Foto: SETIAKY A. KUSUMA/RADAR JOGJA)
BAGIAN ANTISIPASI: Fogging atau pengasapan dilakukan sebagai salah satu upaya memberantas nyamuk penyebab demam berdarah. (Foto: SETIAKY A. KUSUMA/RADAR JOGJA)

SLEMAN - Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman mencatat temuan kasus terkonfirmasi Demam Berdarah Dengue (DBD) cukup banyak di awal tahun ini.

Jumlahnya, bahkan sudah mencapai puluhan kasus selama kurun waktu dua bulan terakhir.


Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Sleman Khamidah Yuliati mengatakan, selama awal tahun ini pihaknya mencatat sudah ada 30 kasus terkonfirmasi DBD.

Kasus itu tercatat dari minggu pertama di bulan Januari hingga minggu kedelapan di bulan Februari.


Walaupun sudah ada puluhan kasus DBD selama dua bulan terakhir.

Yuli, sapaanya, memastikan belum ada satupun kasus kematian yang diakibatkan dari nyamuk aedes aegypti tersebut.

Artinya, untuk tahun 2024 ini korban jiwa dari penyakit DBD di Sleman masih nihil.


Yuli mengakui, jika dibandingkan dengan tahun lalu pada periode yang sama jumlah kasus DBD di Sleman sedikit mengalami kenaikan.

Hanya saja, dia belum dapat membeberkan secara rinci temuan kasus untuk tahun lalu.


“Kasus DBD tahun 2024 hingga bulan Februari sebanyak 30 kasus, untuk kematian nol,” ujar Yuli saat dikonfirmasi, Senin (4/3).


Dengan masih adanya temuan DBD, dia pun meminta agar masyarakat meningkatkan kewaspadaan.

Upayanya dilakukan dengan menggunakan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) serta pemberantasan sarang nyamuk (PSN).


Disamping itu, Dinkes Sleman juga terus mengoptimalkan peran kader-kader jumantik yang sudah ada pada tiap rumah.

Sehingga kemudian, pencegahan penyakit demam berdarah di Sleman dapat lebih optimal.


“Dengan berbagai upaya PHBS dan PSN harapannya dapat menekan kasus DBD,” ungkap Yuli.


Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Sleman Cahya Purnama menyampaikan, pada musim hujan seperti sekarang memang membuat bakteri dan virus mudah berkembang biak.

Hal itu tentunya akan berdampak pada semakin masifnya penyebaran penyakit.


Sehingga, dia pun meminta agar masyarakat juga mewaspadai potensi penyakit pernapasan.

Seperti batuk, pilek dan flu yang kemungkinan besar akan mudah menjangkiti masyarakat pada kondisi musim seperti sekarang.


"Yang paling pertama muncul itu adalah penyakit batuk pilek, kemudian nanti baru penyakit-penyakit yang bersumber vektor yang lain seperti nyamuk dan leptospirosis," terangnya beberapa waktu lalu. (inu)

Editor : Amin Surachmad
#dinkes sleman #DBD #demam berdarah dengue