SLEMAN- Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) melaporkan Gunung Merapi Gunung Merapi mengeluarkan 8 kali guguran lava ke arah Kali Bebeng dengan jarak luncur maksimum 1500 meter.
Kejadian tersebut berlangsung dalam masa pengamatan Sabtu 3 Maret 2024 pukul 00.00-24.00 WIB.
Cuaca di Gunung Merapi berawan, mendung, dan hujan.
Angin bertiup tenang ke arah barat dan timur.
Suhu udara 18.9-24.3 °C, kelembaban udara 50-99 %, dan tekanan udara 872.3-918.6 mmHg.
Volume curah hujan 105 mm per hari.
Secara visual, Gunung Merapi terlihat jelas, kabut 0-II, dan kabut 0-III.
Asap kawah tidak teramati.
Terjadi kegempaan guguran, hybrid/fase banyak, vulkanik dangkal, dan tektonik jauh.
Tingkat aktivitas Gunung Merapi masih berada di level III (siaga).
Rekomendasi dari BPPTKG sebagai berikut:
Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awanpanas pada sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 km.
Pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km.
Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.
Data pemantauan menunjukkan suplai magma masih berlangsung yang dapat memicu terjadinya awanpanas guguran di dalam daerah potensi bahaya.
Masyarakat agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya.
Masyarakat agar mewaspadai bahaya lahar dan awanpanas guguran (APG) terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi.
Masyarakat agar mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik dari erupsi Gunung Merapi.
Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, maka tingkat aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali. (iwa)