SLEMAN - Pusat Rehabilitasi YAKKUM melaksanakan program 1.000 Kaki Palsu pada Jumat (1/3).
Melalui kegiatan tersebut, penyandang difabel di seluruh Indonesia yang kesulitan memperoleh alat bantu jalan bisa mendapatkannya secara gratis.
Ketua Panitia Program 1.000 Kaki Palsu Pusat Rehabilitasi YAKKUM Daniel Widhi Herminto mengatakan, program tersebut dilaksanakan secara nasional.
Adapun sasarannya penyandang difabel di seluruh Indonesia yang kesulitan untuk mendapatkan kaki palsu.
Dia menjelaskan, kalau pihaknya dalam kurun waktu dua tahun terakhir ini memang fokus membantu para penyandang difabel.
Untuk Program 1.000 Kaki Palsu sendiri diwujudkan melalui platform donasi bernama Biji Sesawi.
“Masyarakat yang kurang beruntung atau difabel dapat dibantu kaki palsu, pendaftarannya melalui link dan website Biji Sesawi, dari link tersebut nanti akan kami hubungi,” ujar Daniel saat ditemui, Jumat (1/3).
Lebih lanjut, dia menjelaskan, kalau alat bantu merupakan salah satu kebutuhan penting bagi beberapa kelompok masyarakat rentan.
Seperti orang usia lanjut, penyandang disabilitas, dan orang yang memiliki penyakit seperti stroke atau diabetes.
Selain itu, orang dengan kondisi kesehatan mental dan intelektual lalu orang yang mengalami penurunan fungsi anggota tubuh juga membutuhkan alat bantu jalan berupa kaki palsu.
Namun sayangnya, sampai saat ini hanya 1 dari 10 di antara mereka yang memiliki akses terhadap alat bantu.
Adapun data secara nasional juga menunjukkan bahwa Sekitar 9 persen dari total seluruh penduduk Indonesia juga merupakan penyandang disabilitas.
Sehingga tentunya pemenuhan alat bantu masih menjadi tantangan besar.
“Oleh karena itu, sebagai tindak lanjut dari penggalangan dana Biji Sesawi kami melaksanakan Program 1000 Kaki Palsu yang bertujuan untuk membagikan alat bantu berupa kaki palsu gratis bagi difabel,” terang Daniel.
Salah satu penerima Program 1.000 Kaki Palsu, Nilam Kusriawindy mengaku, sangat senang bisa mendapatkan kaki palsu tersebut.
Karena, menurutnya, benda tersebut sangat diperlukan untuk membantu pekerjaannya sebagai karyawan salah satu provider telekomunikasi.
Perempuan 27 tahun yang kehilangan salah satu kakinya karena kecelakaan lalu lintas ini menambahkan, bahwa kaki palsu yang diberikan dalam program itu juga banyak memiliki keunggulan.
Salah satunya memiliki bobot yang lebih enteng daripada yang dimilikinya sekarang.
“Harapan saya bisa membantu pekerjaan saya sehari-hari, apalagi kaki palsu yang ini lebih enteng,” ungkap Nilam yang merupakan warga Semaran, Jawa Tengah ini. (inu)