Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Meriah, Lur! Peringati HUT Ke-56, SMPN 1 Seyegan Gelar Kirab Tradisi dan Budaya Lokal, Ada Ruwatan Hingga Bekakak

Iwan Nurwanto • Jumat, 1 Maret 2024 | 16:41 WIB
SEMARAK: Suasana kirab budaya yang digelar oleh SMPN 1 Seyegan pada Jumat (1/ 3). Kegiatan tersebut melibatkan ratusan siswa hingga guru dengan mengusung tema tradisi lokal.
SEMARAK: Suasana kirab budaya yang digelar oleh SMPN 1 Seyegan pada Jumat (1/ 3). Kegiatan tersebut melibatkan ratusan siswa hingga guru dengan mengusung tema tradisi lokal.

SLEMAN - SMPN 1 Seyegan melaksanakan kirab budaya dengan mengambil tema tradisi lokal pada Jumat (1/ 3) pagi.

Kegiatan yang diikuti oleh ratusan siswa, guru, dan para orang tua itu berlangsung cukup meriah dan menarik antusias masyarakat untuk menyaksikan.


Kepala SMPN 1 Seyegan Tri Woro Setyaningsih mengatakan, kirab budaya tersebut merupakan rangkaian dari HUT Ke-56 SMP Negeri 1 Seyegan.

Sekaligus, bentuk kolaborasi sekolah dengan program penguatan profil pelajar Pancasila.


Woro, sapaanya menerangkan, dalam kirab budaya tersebut pihaknya mengambil tema kearifan lokal yang dicocokkan dengan profil sekolah.

Karena selama ini SMPN 1 Seyegan merupakan satuan pendidikan berbasis budaya.

Sehingga sekolah tersebut pun selalu mengedepankan nilai-nilai budaya lokal. Khususnya yang ada di sekitar Kapanewon Seyegan.


“Kami ambil tema kearifan lokal, karena cocok dengan sekolah ini yang berbasis budaya dan mengedepankan nilai budaya lokal,” ujar Woro saat ditemui Radar Jogja.


Pada kegiatan itu, sebanyak 20 kelas mengambil tema tersendiri dalam kirab. Mura

Pantauan Radar Jogja ada arak-arakan yang mengusung tema kelas ruwatan, tema tedhak siti, kemudian kelas apeman, kelas apeman, kelas bekakak, hingga kelas labuhan.


Dia menjelaskan, tujuan dari kegiatan tersebut tidak lain agar nantinya para siswa semakin bangga dan mencintai budayanya sendiri.

Serta dapat memahami nilai-nilai yang terkandung dalam kebudayaan tersebut.


“Para siswa harus tahu nilai-nilai sejarahnya, bagaimana prosesi dan nilai di dalamnya. Sehingga selain mengetahui nilai budaya juga bangga dengan tradisinya,” sambung Woro.


Disisi lain, kegiatan kirab budaya SMPN 1 Seyegan itu ternyata juga cukup menghibur masyarakat.

Salah seorang penonton bernama Putri mengaku, sangat senang ketika bisa melihat arak-arakan para siswa menggunakan berbagai macam baju adat.


“Menurut saya acaranya sangat bagus, dapat menjadi upaya untuk nguri-uri budaya,” katanya. (inu)

Editor : Amin Surachmad
#pelajar pancasila #Seyegan #kirab budaya #SMPN 1 #Tradisi Lokal