RADAR JOGJA - Pelaksana proyek pembangunan tol Jogja-Solo paket 2.2 kini masih terus mengebut tahap pengerjaan. Hanya saja diakui masih ada kendala belum bebasnya lahan. Ini berdampak pada proses pemasangan bore pile atau pondasi penahan jalan tol.
Humas PT Adhi Karya Pembangunan Tol Jogja-Solo Seksi 2 paket 2.2 Agung Murhandjanto mengatakan, pihaknya tengah mengebut pemasangan bore pile dan box culvert. Pemasangan box culvert atau terowongan yang difungsikan sebagai saluran air dan jalan, tinggal menyelesaikan empat titik dari total 20 titik.
Sementara untuk pemasangan bore pile, lanjutnya, pelaksana proyek dipastikan akan mengerahkan alat berat. Lantaran dalam proses pemasangan pondasi jalan tol itu harus mengebor tanah terlebih dahulu.
Menurut Agung, secara teknis sama sekali tidak mengalami kendala karena pelaksana proyek sudah mempersiapkan segala hal. Kendala yang dihadapi hanya dalam hal administratif. Yakni masih ada sebagian lahan yang belum bebas.
Dengan masih adanya lahan yang belum, tentu cukup menyulitkan pengerjaan proyek. Lantaran kontraktor tidak memiliki hak untuk melakukan pekerjaan pada bidang yang belum bebas status tanahnya.
"Untuk kendala hanya ada tanah yang belum dibebaskan, kebetulan pas pada titik pemasangan bore pile yang belum bebas. Sehingga kita geser atau mengerjakan pada bidang yang bebas terlebih dahulu," ujar Agung kemarin (29/2).
Agung mengungkapkan, progres pembangunan secara keseluruhan proyek tol Jogja-Solo paket 2.2 sudah mencapai 27 persen. Sementara lahan yang sudah bebas 70 persen. Dari total 398.978 meter persegi lahan yang dibutuhkan, sudah 275.622 meter persegi dibebaskan.
Dia juga menjelaskan, pengerjaan bore pile maupun box culvert yang dikerjakan berada di dua desa yakni Kalurahan Tlogoadi dan Tirtoadi yang letaknya di Kapanewon Mlati. Ia memastikan pelaksana proyek berupaya agar tahap pekerjaan bisa selesai sesuai target hingga akhir 2024.
"Jika lahan sudah bebas semua, kami bisa menyambungkan konstruksi tol yang berada di Tlogoadi dan Tirtoadi," terangnya.
Sebelumnya, Manajer Pengendalian Jalan Tol Jogja-Solo Paket 2.2 PT Jasa Marga Jogja-Solo Aldyan Wiga menyampaikan, pembangunan tol Jogja-Solo paket 2.2 ditarget bisa selesai akhir tahun ini. Dalam upaya pembebasan lahan kendala yang dihadapi hanya masalah administrasi.
Di antaranya karena bidang yang terdampak pembangunan tol merupakan tanah warisan, salah menunjukkan sertifikat, hingga pemilik meninggal dunia. Selain itu pihaknya juga menemui masalah berupa pemilik tanah yang asetnya diagungkan di bank.
"Untuk pembebasan tidak ada yang stuck atau semua sudah setuju. Kami hanya berharap pembebasan bisa secepatnya agar target sesuai rencana," terang Aldyan. (inu/laz)
Editor : Satria Pradika