Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Apakah Bisa Angin Tornado Terjadi di Wilayah DIY? BMKG Yogyakarta Ungkap Kemungkinannya

Iwan Nurwanto • Kamis, 29 Februari 2024 | 22:55 WIB
WASPADA: Petugas BPBD Sleman dan relawan melakukan evakuasi pohon tumbang dampak angin kencang kemarin (25/2).PUSDALOPS BPBD SLEMAN
WASPADA: Petugas BPBD Sleman dan relawan melakukan evakuasi pohon tumbang dampak angin kencang kemarin (25/2).PUSDALOPS BPBD SLEMAN

SLEMAN - Ramai di media sosial belum lama ini ada kejadian angin tornado di Rancaekek, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

Lantas, bagaimana kemungkinan angin tornado dapat terjadi di wilayah DIY. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Yogyakarta mengungkap kebenarannya.


Kepala Kelompok Analisis dan Prakirawan BMKG Yogyakarta International Airport (YIA) Romadi mengatakan, kejadian di Rancaekek sejatinya bukan angin tornado.

Namun, hanya merupakan angin puting beliung biasa karena tempo kejadiannya cukup cepat.


Romadi mengungkapkan, bahwa angin tornado dan puting beliung juga memiliki perbedaan.

Adapun angin puting beliung biasanya terjadi dalam skala lokal atau jarak kerusakannya hanya berkisar 2 sampai 5 kilometer. Serta memiliki tempo kejadian dari tiga sampai lima menit saja.


Sementara untuk angin tornado, cakupan kejadiannya cukup luas dan memiliki waktu kejadian cukup lama. Hanya saja, bencana tersebut lebih sering hadir di luar negeri dan sangat kecil kemungkinannya terjadi di wilayah Indonesia.


“Sehingga tentu juga sangat kecil kejadian tornado ada di Yogyakarta, yang paling sering hanya angin puting beliung,” ujar Romadi, Kamis (29/2).


Dia menjelaskan, kalau bencana angin puting beliung pada puncak musim penghujan seperti sekarang juga sangat mungkin terjadi.

Bahkan, kecepatan angin ketika bencana angin kencang itu terjadi bisa mencapai ratusan kilometer per jam.


Menurut Romadi, kondisi di Yogyakarta kecepatan angin puting beliung bisa berkisar antara 117 km/jam hingga 180 km/jam.

Dengan kecepatan angin sebesar itu, tentu tidak dapat dipungkiri akan dapat memberikan dampak berupa kerusakan bangunan hingga pohon tumbang.


Kemudian dari hasil pemetaan BMKG Yogyakarta memang ada beberapa wilayah yang cukup rawan terjadi bencana angin puting beliung.

Di antaranya, di wilayah Gunungkidul bagian utara, Sleman bagian utara, serta perbatasan antara Gunungkidul dan Bantul yang memiliki geografis bertebing.


Dia menerangkan, bahwa kondisi wilayah yang bertebing memang memiliki potensi lebih tinggi kejadian angin puting beliung.

Sebab, kondisi angin di kondisi geografis seperti itu akan lebih cepat membawa uap air ke awan. Sehingga cepat untuk membentuk awan cumulonimbus atau awan yang membawa hujan lebat, petir, hingga badai.


“Dari data analisis kami terjadi pola siklonik memutar di Jawa bagian tengah, sehingga pembentukan awan cumulonimbus sangat kuat di DIY,” terang Romadi. (inu)

Editor : Amin Surachmad
#puting beliung #rancaekek #angin tornado #jawa barat