SLEMAN - Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Minggir diproyeksikan dapat beroperasi mulai bulan depan.
Di awal operasional atau uji cobanya, TPST yang berlokasi di Padukuhan Denokan, Sendangsari, Minggir itu akan mengolah 5 ton sampah per hari.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sleman Epiphana Kristyani mengatakan, sampai saat ini pembangunan TPST Minggir masih berlangsung.
Namun, untuk prosesnya sudah masuk tahap akhir dan tinggal menyelesaikan finishing.
Dia menyebut, TPST Minggir sendiri dijadwalkan dapat beroperasi pada bulan Maret mendatang. Kemudian dalam waktu dekat ini akan dilakukan masa uji coba.
Untuk pelaksanaan uji cobanya sendiri akan disamakan dengan TPST Tamanmartani yang sebelumnya sudah beroperasi.
“Untuk uji coba pertama paling sekitar 5 ton atau satu truk seperti Tamanmartani,” ujar Epiphana, Senin (26/2)
Sebagaimana diketahui, TPST Minggir sendiri mulai dibangun sejak pertengahan 2023 lalu.
TPST tersebut digadang-gadang mampu mengolah 60 ton sampah. Serta diproyeksikan dapat menangani sampah di wilayah Sleman barat.
Selain menyelesaikan TPST Minggir, Epiphana menyatakan, bahwa pada tahun ini pihaknya juga tengah merencanakan pembangunan TPST di wilayah tengah.
Yakni, di Kalurahan Donokerto, Turi dengan alokasi anggaran sekitar Rp 10 miliar.
“Diharapkan dengan adanya tiga TPST dapat mengurai permasalahan sampah di Sleman,” terangnya.
Sebelumnya, Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo menyatakan, pemkab juga telah menjalin kerjasama dengan PT Solusi Bangun Indonesia (SBI) dalam pengelolaan sampah.
Nantinya sampah yang diproduksi dari Bumi Sembada akan diolah menjadi refuse derived fuel (RDF) atau bahan bakar alternatif pengganti batu bara.
"Ini adalah salah satu upaya dari Pemkab Sleman untuk mengatasi persoalan sampah," beber Kustini. (inu)