SLEMAN - Teramati Gunung Merapi meluncurkan 13 kali guguran lava ke arah barat daya (Kali Bebeng) dengan jarak luncur maksimum 1.400 meter.
Demikian laporan aktivitas vulkanik Gunung Merapi dari Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG).
Periode pengamatan Minggu 25 Februari 2024 pukul 00.00-24.00 WIB.
Gunung Merapi memiliki ketinggian 2.968 meter di atas permukaan laut (mdpl).
Cuaca di Gunung Merapi cerah, berawan, mendung, dan hujan.
Angin bertiup tenang ke arah timur.
Suhu udara 18-24 °C, kelembaban udara 70-98.9 %, dan tekanan udara 768.3-918.8 mmHg.
Volume curah hujan 55 mm per hari.
Gunung Merapi terlihat jelas, kabut 0-III.
Asap kawah bertekanan lemah teramati berwarna putih dengan intensitas tebal dan tinggi 150 m di atas puncak kawah.
Terjadi kegempaan guguran, low frekuensi, hybrid/fase banyak, vulkanik dangkal, dan kegempaan tektonik jauh.
Tingkat aktivitas Gunung Merapi masih berada di level III (siaga).
Rekomendasi BPPTKG sebagai berikut:
Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awanpanas pada sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 km.
Pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km.
Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.
Data pemantauan menunjukkan suplai magma masih berlangsung yang dapat memicu terjadinya awanpanas guguran di dalam daerah potensi bahaya.
Masyarakat agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya.
Masyarakat agar mewaspadai bahaya lahar dan awanpanas guguran (APG) terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi.
Masyarakat agar mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik dari erupsi Gunung Merapi.
Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, maka tingkat aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali. (iwa)
Editor : Iwa Ikhwanudin