Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Jalan Raya Candi Gebang dan Ringroad Utara Terendam Banjir, BPBD Sleman Beberkan Penyebabnya!

Iwan Nurwanto • Senin, 26 Februari 2024 | 02:16 WIB
LUBANG: Lokasi di Jalan Raya Candi Gebang, Padukuhan Jetis, Wedomartani, Ngemplak, pada Minggu (25/2). Di lokasi tersebut sempat terjadi banjir yang mengganggu arus lalu linta
LUBANG: Lokasi di Jalan Raya Candi Gebang, Padukuhan Jetis, Wedomartani, Ngemplak, pada Minggu (25/2). Di lokasi tersebut sempat terjadi banjir yang mengganggu arus lalu linta

SLEMAN - Hujan deras yang terjadi pada hari Minggu (25/2) siang hingga sore mengakibatkan banjir pada sejumlah wilayah di Kabupaten Sleman.

Selain itu, akibat kondisi tersebut instansi terkait juga mencatat adanya bencana tanah longsor hingga pohon tumbang.


Dari informasi yang diterima Radar Jogja, bencana banjir melanda sejumlah titik. Seperti di Jalan Raya Candi Gebang, Wedomartani, Ngemplak.

Di wilayah tersebut, air hujan bahkan sampai mengalir ke jalan dan mengakibatkan sejumlah pengguna kendaraan jatuh akibat arusnya cukup deras.


Kondisi yang sama juga terjadi di kawasan Ring Road Utara, tepatnya di depan Kampus Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Yogyakarta, juga terjadi banjir hingga setinggi roda sepeda motor.

Akibatnya sejumlah pengguna jalan pun terpaksa harus mendorong kendaraannya karena macet.


Dikonfirmasi terkait hal itu, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman Makwan membenarkan kejadian tersebut.

Adapun di Jalan Raya Candi Gebang disebabkan karena drainase yang tersumbat.

Sehingga kemudian mengakibatkan air tidak bisa masuk ke gorong-gorong dan tumpah ke jalan.

Dia memastikan, tidak ada korban jiwa akibat peristiwa tersebut.

Hanya saja ada dampak kerusakan berupa aspal mengelupas di lokasi terjadinya banjir akibat digerus aliran air yang cukup deras.

Selain itu arus air juga sempat mengganggu arus lalu lintas.


“Untuk korban jiwa tidak ada, hanya aspal mengelupas akibat hujan lebat. Sementara penyebabnya (banjir) karena drainase tersumbat,” ujar Makwan saat dikonfirmasi, Minggu (25/2).


Lebih lanjut, dari hasil pendataan BPBD Sleman hingga pukul 15.52. Ada tiga kapanewon yang mengalami kejadian bencana.

Wilayah terbanyak ada di kapanewon Ngemplak dengan tujuh titik kejadian bencana.


Meliputi pohon tumbang yang menutup akses jalan di Padukuhan Kayen, Wedomartani. Lalu atap rumah ambrol dan pohon tumbang menimpa rumah di Padukuhan Blotan, Wedomartani.

Selain itu, tanah longsor di Padukuhan Jetis, Wedomartani, yang menimpa mobil dan merusak bangunan Joglo.


Selain itu, di wilayah tersebut juga terjadi pohon tumbang yang menimpa atap dapur di Padukuhan Terung.

Lalu atap galvalum yang rusak dan genteng yang rontok akibat diterjang angin kencang di Padukuhan Blotan, Wedomartani.


Makwan melanjutkan, bahwa dampak hujan disertai angin kencang juga terasa di kapanewon Depok.

Tepatnya di Padukuhan Dero, Condongcatur terjadi tanah longsor yang menimpa bangunan SD Negeri Karangasem dan menutup akses jalan warga.


“Selain itu di kapanewon Godean juga ada kejadian baliho papan nama miring dan bersandar ke jaringan telepon,” beber Makwan. (inu)

Editor : Amin Surachmad
#Tanah Longsor #Banjir #hujan deras #Ringroad Utara #Pohon Tumbang