Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Gunung Merapi di Sleman Keluarkan 26 Guguran Lava Pijar ke Arah Barat Daya, Jarak Luncur 1,5 Kilomèter

Iwa Ikhwanudin • Sabtu, 24 Februari 2024 | 11:30 WIB
DITAHAN: Kapolresta Jogja Kombes Pol Idham Mahdi memperlihatkan foto AK, 36, dan YK, 27, tersangka penganiayaan JTM saat menyerahkan diri ke Polda DIJ, Rabu malam (24/8). SITI FATIMAH/RADAR JOGJA
DITAHAN: Kapolresta Jogja Kombes Pol Idham Mahdi memperlihatkan foto AK, 36, dan YK, 27, tersangka penganiayaan JTM saat menyerahkan diri ke Polda DIJ, Rabu malam (24/8). SITI FATIMAH/RADAR JOGJA

SLEMAN - Teramati 26  kali guguran lava pijar ke arah barat daya (Kali Bebeng) dengan jarak luncur maksimum 1.500 meter.

Demikian Volcanic Activity Report dari Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG). 

Periode pengamatan Jumat 23 Februari 2024 pukul 00.00-24.00 WIB. 

Cuaca di Gunung Merapi tercatat cerah, berawan, mendung, dan hujan. 

Angin bertiup lemah hingga sedang ke arah timur dan barat. 

Suhu udara 15.5-26.7 °C, kelembaban udara 40-99 %, dan tekanan udara 768.5-918.6 mmHg. 

Volume curah hujan 31 mm per hari. 

Secara visual, Gunung Merapi terlihat jelas, kabut 0-III. 

Asap kawah bertekanan lemah teramati berwarna putih dengan intensitas tebal dan tinggi 150 m di atas puncak kawah. 

Terjadi kegempaan guguran, hybrid/fase banyak, dan kegempaan vulkanik dangkal. 

Tingkat aktivitas Gunung Merapi masih berada di level III (siaga).

BPPTKG mengeluarkan rekomendasi:

Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awanpanas pada sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 km. 

Pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km. 

Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.

Data pemantauan menunjukkan suplai magma masih berlangsung yang dapat memicu terjadinya awanpanas guguran di dalam daerah potensi bahaya.

Masyarakat agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya.

Masyarakat agar mewaspadai bahaya lahar dan awanpanas guguran (APG) terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi.

Masyarakat agar mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik dari erupsi Gunung Merapi.

Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, maka tingkat aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali. (iwa)

Editor : Iwa Ikhwanudin
#Gunung Merapi #Kabupaten Sleman #Awan Panas #lava pijar