Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Teknis Sudah Siap, Pemindahan Situs Mbah Celeng yang Terdampak Tol Jogja-Solo Tinggal Tunggu Administrasi

Elang Kharisma Dewangga • Sabtu, 24 Februari 2024 | 01:46 WIB
DEKAT: Warga melintas berlatar pengerjaan proyek tol di kawasan Selomartani, Kalasan, Sleman, Kamis (22/2).
DEKAT: Warga melintas berlatar pengerjaan proyek tol di kawasan Selomartani, Kalasan, Sleman, Kamis (22/2).

SLEMAN - Pemindahan cagar budaya Makam Kyai Kromo Ijoyo atau yang kerap disebut Situs Mbah Celeng masih belum dilakukan hingga sekarang.

Pelaksana proyek sampai saat ini masih menunggu selesainya administrasi dari pihak Keraton Yogyakarta dan PT Jasa Marga Jogja-Solo.


Humas PT Adhi Karya Pembangunan Tol Jogja-Solo Seksi 2 Paket 2.2 Agung Murhandjanto mengatakan, secara teknis pihaknya sudah siap untuk melakukan pemindahan cagar budaya tersebut. 

Namun, menurutnya, sampai saat ini belum ada keputusan resmi terkait kapan waktu pemindahan Situs Mbah Celeng.


Agung membeberkan, bahwa beberapa waktu lalu memang sudah ada supervisi dari kejaksaan Agung Yogyakarta untuk pemindahan cagar budaya yang terdampak pembangunan Tol Jogja-Solo tersebut.

Selain itu, juga sudah dilakukan appraisal ulang atau penghitungan nilai bangunan dan tanah tempat Situs Mbah Celeng berdiri.


“Untuk pemindahan kita nunggu dari pihak Keraton Yogyakarta dan PT Jasa Marga Jogja Solo. Kalau kontraktor sudah siap, jadi hanya tinggal administrasi,” ujar Agung saat dikonfirmasi, Jumat (23/2).


Lebih lanjut, dia menyebut, kalau progres pembangunan struktur Tol Jogja-Solo Paket 2.2 sampai saat ini sudah mencapai 27 persen.

Sementara untuk pembebasan lahan mencapai angka 70 persen.

Dari total 398.978 meter persegi lahan yang dibutuhkan sudah ada sekitar 275.622 meter persegi telah dibebaskan


Agung mengungkapkan, kalau pelaksana proyek pun tengah menyelesaikan pemasangan box culvert. Infrastruktur yang berfungsi sebagai jalan dan saluran air itu dilakukan pada dua desa di kapanewon Mlati. Yakni, Tlogoadi dan Tirtoadi.


Adapun jumlah box culvert yang harus diselesaikan oleh pelaksana proyek berjumlah 20 titik.

Hingga akhir bulan ini sudah 16 yang diselesaikan. Sehingga tinggal menyelesaikan pemasangan 4 titik box culvert saja.


“Empat box culvert untuk saluran air dan jalan sudah otw sekarang. Target kami 20 box culvert, dan sekarang sudah 16,” ungkap Agung.


Selain tengah mengerjakan box culvert, Agung mengaku, pihaknya juga tengah mengebut pemasangan bore pile atau struktur pondasi jalan tol.

Terkait dengan tahap itu diakuinya memang ada kendala terkait pembebasan lahan. 

Menurutnya, titik lahan tempat pemasangan bore pile masih ada sebagian yang belum bebas.

Sehingga pelaksana proyek pun memilih untuk melakukan pekerjaan di luar titik tersebut atau memprioritaskan terlebih dahulu pada lahan yang sudah bebas.


“Pas titik bore pile lahannya belum bebas, sehingga kita geser,” terang Agung.


Sebelumnya, Lurah Tirtoadi Mardiharto menyampaikan, lahan relokasi makam Kyai Kromo Ijoyo disiapkan tidak jauh dari lokasi makam saat ini.

Jaraknya sekitar 150 meter dari lokasi lama dan memiliki luas sekitar 200 meter. Serta menggunakan tanah milik Kasultanan Ngayogyakarta.


Menurut Mardiharto, rencana terkait pemindahan makam Kyai Kromo Ijoyo sampai saat ini masih terus berproses. 

Baca Juga: Felicia Tissue Diduga Mabuk-mabukan di Bali, Mantan Pacar Kaesang Pangarep Bantah dengan Tegas: Ini Hanya Hoaks!

Disebutnya, kalurahan masih menunggu perizinan penggunaan lahan dari dari Keraton Jogja yang sebelumnya telah diajukan.


Dia melanjutkan, bahwa pihaknya juga masih belum tahu siapa yang akan melakukan relokasi terhadap makam yang kerap disebut Situs Mbah Celeng tersebut. 

Apakah nantinya dilakukan pemerintah kalurahan, kontraktor, atau dari pihak tol.


“Apabila UGR (apraisal) diserahkan kepada warga atau ahli waris, maka nantinya pemerintah kalurahan yang melakukan pemindahan,” terang Mardiharto. (inu)

Editor : Amin Surachmad
#tol jogja-solo #cagar budaya #box culvert