SLEMAN - Volcanic Activity Report Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) periode pengamatan 20 Februari 2024 pukul 00.00-24.00 WIB.
Memperlihatkan aktivitas Gunung Merapi masih cukup tinggi.
Terjadi Awan Panas Guguran (APG) sebanyak 2 kali ke arah barat daya (Kali Bebeng) dengan jarak luncur maksimum 1.600 meter.
Teramati 19 kali guguran lava ke arah Barat daya dengan jarak luncur maksimum 1600 meter.
Cuaca di Gunung Merapi cerah, berawan, dan mendung.
Angin bertiup tenang, lemah, dan sedang ke arah timur, dan barat.
Suhu udara 15-27 °C, kelembaban udara 60-99 %, dan tekanan udara 768.3-918.7 mmHg.
Volume curah hujan 61 mm per hari.
Secara visual Gunung Merapi terlihat jelas, kabut 0-II, dan kabut 0-III.
Asap kawah bertekanan lemah teramati berwarna putih dengan intensitas sedang dan tinggi 75-100 meter di atas puncak kawah.
Terjadi kegempaan Awan Panas Guguran, Guguran, Hybrid/Fase Banyak, Vulkanik Dangkal, dan kegempaan Tektonik Jauh.
Tingkat aktivitas Gunung Merapi masih berada di Level III (Siaga).
Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awanpanas pada sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 km.
Pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km.
Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.
Baca Juga: Pertahankan Predikat Opini WTP Ke-13 Kalinya, LKPD DIY 2023 Akan Masuk Tahap Pemeriksaan Terperinci
Data pemantauan menunjukkan suplai magma masih berlangsung yang dapat memicu terjadinya awanpanas guguran di dalam daerah potensi bahaya.
Masyarakat agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya.
Masyarakat agar mewaspadai bahaya lahar dan awanpanas guguran (APG) terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi.
Masyarakat agar mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik dari erupsi Gunung Merapi.
Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, maka tingkat aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali. (iwa)
Editor : Iwa Ikhwanudin