SLEMAN - Universitas Aisyiyah (Unisa) Yogyakarta berkolaborasi dengan Pimpinan Wilayah Aisyiyah (PWA) DIY baru saja melangsungkan pelatihan bagi segenap pramurukti angkatan kedua.
Kegiatan itu melalui Majelis Kesejahteraan Sosial (Makesos) yang turut bekerja sama dengan RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta.
Pramurukti bisa diartikan sebagai seorang perawat yang secara khusus memiliki tanggung jawab untuk merawat para lansia atau manula. Itu baik mereka yang sehat ataupun sakit.
Baca Juga: PKB Potensi Ambil Alih Kursi Ketua DPRD Kebumen, Hasil Sementara Unggul, Salip Posisi PDI Perjuangan
Ketua Majelis Kesejahteraan Sosial PWA DIY Wuri Astuti mengatakan, salah satu tujuan diadakannya pelatihan tersebut merupakan respons atas kebutuhan dari masyarakat untuk melaksanakan pendampingan kepada keluarga terutama orang-orang yang berusia lanjut.
"Seluruh peserta merupakan pramurukti karyawan swasta yang sudah berpengalaman kurang lebih 2 sampai 5 tahun mendampingi pasien," katanya, Minggu (18/2).
Lebih lanjut, Wuri juga menjelaskan, Majelis Kesejahteraan Sosial memetakan setidaknya ada lima kelompok prioritas yang diutamakan dalam berbagai program mereka.
Baca Juga: Pembangunan Pasar Sentul Jogja Telah 100% Selesai, Rencananya Akhir bulan Februari Akan Diresmikan
"Ada kelompok duaafa, lansia, perempuan korban kekerasan atau yang termarjinalkan, difabel, dan juga anak-Anak," sambungnya.
Sesi pelatihan pramurukti tersebut disambut dengan antusias. Kegiatan diikuti sebanyak 48 peserta yang datang dari berbagai daerah.
Ada dari DIY, Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, serta Sulawesi Utara.
Wuri membeberkan, terdapat empat materi kelas teori. Yaitu, thaharoh bersama Dr Sri Handayani, ibadah lansia bersama Umi Hidayati, pendampingan lansia secara holistik bersama Dr Rochana Ruliyandari, dan akhlak bersama Wuri Astuti.
"Seluruh peserta melewati kelas teori yang selanjutnya dilanjutkan praktik bersama pendamping," paparnya.
Disebutnya, dalam materi praktik para peserta mendaptakan 7 stase yang diajarkan oleh masing-masing pakar.
Tak hanya berhenti pada sosialisasi tersebut, nantinya para pramurukti juga akan dipantau dan mendapatkan bimbingan lanjutan.
"Setelah pelatihan tatap muka ini, kemudian dilanjutkan pendampingan praktik selama 1 bulan," tandasnya. (iza)