Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Catat Lur! Operasi Pasar Murah Untuk Turunkan Harga Beras Bakal Digelar di Sleman, Berikut Jadwal dan Tempatnya

Iwan Nurwanto • Minggu, 18 Februari 2024 | 20:56 WIB
Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo saat melaksanakan operasi pasar murah dan penyerahan pakta integritas kepada para pedagang beras di Pasar Gamping, Rabu (18/10). FOTO// IWAN NURWANTO
Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo saat melaksanakan operasi pasar murah dan penyerahan pakta integritas kepada para pedagang beras di Pasar Gamping, Rabu (18/10). FOTO// IWAN NURWANTO

SLEMAN - Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sleman dipastikan menggelar operasi pasar murah untuk menekan harga beras yang tidak terkendali.

Adapun pelaksanaannya dijadwalkan selama empat hari pada akhir bulan Februari mendatang dengan menyasar empat titik lokasi.

Kepala Bidang Perdagangan Disperindag Sleman Kurnia Astuti mengatakan, program pasar murah itu akan dimulai pada hari Rabu (21/2) dengan lokasi pertama di Lapangan Sanggrahan, Tirtoadi, Mlati.

Kemudian untuk lokasi kedua di Lapangan TGP, Margoluwih, Seyegan pada hari Kamis (22/2).

Lanjut Nia sapaanya, program pasar murah bertajuk Semar Mesem (Sembako Murah Menyenangkan Seluruh Masyarakat) itu bakal dilaksanakan kembali pada Senin (26/2) dengan memilih tempat di Lapangan Donokerto, Turi.

Sementara untuk lokasi terakhir di Lapangan Raden Ronggo, Tirtomartani, Kalasan pada Selasa (27/2).

“Kami sementara memang tidak bergerak di kapanewon karena kesibukan panewu mengawal pemilu. Sehingga dipilih empat lokasi tersebut, untuk waktunya dimulai dari pukul 09.00,” ujar Nia saat dikonfirmasi, Minggu (18/2).

Dia menyampaikan, bahwa dalam operasi pasar murah tersebut nantinya harga komoditas yang dijual juga akan lebih murah dibandingkan dengan harga pasaran.

Adapun untuk komoditas bahan pokok yang disiapkan di antaranya beras premium, beras medium, gula, minyak goreng, telur, serta tepung terigu.

Nia membeberkan, bahwa per lokasinya nanti untuk komoditas beras premium yang dijual mencapai 5 ton dan beras medium 4 ton.

Sementara komoditas lain seperti gula pasir sebanyak 2 ton, minyak goreng 2 ton liter, telur 1 ton, dan tepung terigu 500 kilogram.

Kemudian untuk persyaratannya, dia meminta, agar masyarakat membawa KTP yang berdomisili di kabupaten Sleman.

Adapun satu KTP nantinya akan berlaku bagi satu kali pembelian per orangnya.

Disamping itu, masyarakat yang ingin membeli sembako di operasi pasar murah juga dihimbau membawa kantong belanja sendiri dan uang pas.

“Untuk harga jual komoditasnya kami terapkan harga distributor,” beber Nia.

Sebagai informasi, harga komoditas beras untuk saat ini memang tengah meroket.

Salah satu pedagang sembako di Pasar Sleman bernama Siti mengungkapkan, harga beras menyentuh Rp. 16.500 sampai Rp. 17.000 per kilogram.

Harga itu naik cukup signifikan dibanding harga normal yang berkisar antara Rp. 13.500 sampai Rp.14.000 per kilogram.

“Untuk penyebab kenaikan harga beras informasinya karena stoknya menipis akibat panen mundur, sehingga dari distributor harganya sudah tinggi,” ungkap Siti. 

Editor : Bahana.
#Sleman #operasi pasar #harga beras