Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Alhamdulillah Lur! Honor KPPS dan Linmas di Sleman Sudah Cair, Totalnya Mencapai Segini...

Iwan Nurwanto • Jumat, 16 Februari 2024 | 18:07 WIB
KHAS: Petugas KPPS berkostum penari badui membantu warga memasukkan surat suara Pemilu 2024 di TPS 102 Maguwoharjo, Sleman, DIY, Rabu (14/2).
KHAS: Petugas KPPS berkostum penari badui membantu warga memasukkan surat suara Pemilu 2024 di TPS 102 Maguwoharjo, Sleman, DIY, Rabu (14/2).

RADAR JOGJA - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sleman dipastikan sudah memberikan honor kepada para Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) dan linmas yang bertugas saat Pemilu 2024. Total anggarannya sendiri mencapai Rp. 31,8 miliar.

Ketua KPU Sleman Ahmad Baehaqi mengatakan, pembagian honor bagi KPPS itu sudah dilakukan pihaknya usai para panitia pemilu tersebut melaksanakan tanggung jawabnya.

Yakni pada Rabu (14/2) setelah tugas pemungutan dan penghitungan di Tempat Pemungutan Suara (TPS) selesai.

Sebagaimana diketahui, jumlah KPPS di kabupaten Sleman mencapai 24.199 orang.

Adapun untuk jabatan ketua KPPS mendapatkan honor sebesar Rp. 1,2 juta dan anggota Rp. 1,1 juta. Sementara untuk petugas pengamanan TPS atau linmas honornya sebesar Rp. 700.000.

“Untuk pembagian honor KPPS semuanya sudah clear,” ujar Baehaqi saat dikonfirmasi, Jumat (16/2).

Lebih lanjut, dia juga memastikan, kalau kondisi kesehatan para anggota KPPS di kabupaten Sleman sampai saat ini juga masih terkendali.

Artinya, belum ada satupun anggota KPPS yang dilaporkan sakit atau meninggal akibat kelelahan saat bertugas.

Baehaqi melanjutkan, bahwa untuk memastikan keselamatan para anggota KPPS, pihaknya juga bekerjasama dengan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).

Sehingga ketika ada KPPS yang harus mendapatkan perawatan di rumah sakit. Maka biayanya dapat ditanggung oleh jaminan sosial tersebut.


“Sampai saat ini KPPS yang kelelahan dan sampai masuk rumah sakit belum ada laporan,” bebernya.


Baehaqi menambahkan, dalam beberapa hari kedepan KPU Sleman juga akan memasifkan koordinasi keamanan dengan jajaran TNI dan kepolisian. Upaya itu dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan gangguan ketertiban masyarakat pasca pelaksanaan pemilu.


Menurut dia, langkah tersebut diharapkan dapat menciptakan situasi yang kondusif. Sehingga potensi konflik pasca pesta demokrasi itu pun dapat dicegah dan tidak membuat kegaduhan di masyarakat.


”Karena memang pemilu ini menjadi tanggung jawab bersama,” katanya.


Sementara itu, Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sleman Arjuna Al Ichsan Siregar meminta, agar selama masa proses hitung dan rekap surat suara semua pihak dapat menahan diri.

Yakni bagi yang merasa menang jangan angkuh. Sementara bagi pihak yang kalah harus bisa menerima dengan lapang dada.


“Tahapan pemilu yang sudah berjalan baik ini harus terus dijaga. Jangan sampai ada pihak-pihak yang ingin mengganggu,” tandasnya. 

Editor : Bahana.
#honor #KPPS #cair