Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Bernuansa Unik, TPS 102 di Maguwoharjo Sleman Gunakan Kostum Penari Badui

Iwan Nurwanto • Kamis, 15 Februari 2024 | 02:26 WIB
KHAS: Petugas KPPS berkostum penari badui membantu warga memasukkan surat suara Pemilu 2024 di TPS 102 Maguwoharjo, Sleman, DIY, Rabu (14/2).
KHAS: Petugas KPPS berkostum penari badui membantu warga memasukkan surat suara Pemilu 2024 di TPS 102 Maguwoharjo, Sleman, DIY, Rabu (14/2).

SLEMAN - Pesta demokrasi Pemilu 2024 memiliki berbagai hal unik. Salah satunya di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 102 Padukuhan Ngawen, Ringinsari, Maguwoharjo, Depok, Sleman.

Mengambil tempat di Ledok Pereng, para anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) menggunakan kostum penari badui.


Ketua KPPS TPS 102 Muhammad Misbah mengatakan, penggunaan kostum penari badui itu bukan tanpa alasan.

Pihaknya ingin di Pemilu 2024 ini menyampaikan pesan bahwa Tari Badui merupakan salah satu kesenian asli kabupaten Sleman.


Menurut dia, meski asli Bumi Sembada, Tari Badui oleh masyarakat belum terlalu dikenal. Sehingga dengan penggunaan kostum tersebut diharapkan dapat ikut melestarikan sekaligus mengenalkan kesenian kepada masyarakat.

Khususnya, bagi pemilih di wilayah Padukuhan Ngawen.


Pantauan Radar Jogja di lokasi, kostum penari badui terdiri dari peci berwarna merah, kemudian juga menggunakan rompi yang dibalut benang-benang emas dan kemeja putih.

Selain itu, para anggota KPPS juga menggunakan stagen dan kaos kaki tinggi.


“Kami menggunakan kostum ini karena ingin melestarikan Tari Badui yang kebetulan merupakan kesenian asli kabupaten Sleman,” ujar Misbah saat ditemui, Rabu (14/2).


Misbah menjelaskan, bahwa Tari Badui sendiri sering dipentaskan dalam kegiatan religius. Khususnya pada kegiatan keagamaan berupa sholawatan.

Tarian tersebut memiliki makna pujian bagi Nabi Muhammad SAW dan sering dipentaskan untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW.


Melalui kostum unik itu, menurutnya, juga menjadi salah satu upaya dari panitia KPPS di TPS 102 untuk menarik minat masyarakat menggunakan hak pilihnya di Pemilu 2024.

Ini agar kemudian pesta demokrasi yang dilaksanakan tiap lima tahun sekali itu dapat mencapai tingkat partisipasi tinggi.


“Ke depan, harapannya mereka yang nantinya terpilih dalam Pemilu 2024 juga dapat memberi perhatian khususnya terhadap kelestarian tari badui ini,” sambung Misbah.


Berkaitan dengan pelaksanaan Pemilu 2024 di kabupaten Sleman, Bupati Sleman Kustini berharap, pesta demokrasi tersebut dapat menjadi salah satu agenda dimana masyarakat bisa menggunakan hak suaranya untuk menentukan pemimpin lima tahun kedepan.

Entah itu presiden dan wakil presiden maupun legislatif di tingkat pusat dan daerah.


Orang nomor satu di Sleman itu juga ingin agar perbedaan pilihan tidak membuat perpecahan di masyarakat.

Warga Kabupaten Sleman juga diminta agar siapapun yang terpilih nantinya bisa ikut didukung dan tidak perlu menjadi perdebatan di masyarakat.


“Semoga nanti masyarakat bisa menggunakan hak suaranya dan memilih menggunakan hati nurani, sehingga bisa ikut mensukseskan pesta demokrasi ini,” pesan Kustini. (inu)

Editor : Amin Surachmad
#badui #pemilu 2024 #pesta demokrasi #penari