Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Hingga Hari Terakhir Masa Tenang APK Belum Bersih Seluruhnya, Bawaslu Sleman Tertibkan Lebih 30 Ribu APK

Elang Kharisma Dewangga • Rabu, 14 Februari 2024 | 02:56 WIB
MASIH ADA: Alat peraga kampanye di Sleman.
MASIH ADA: Alat peraga kampanye di Sleman.

SLEMAN - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sleman menertibkan puluhan ribu alat peraga kampanye (APK) selama masa tenang Pemilu 2024 yang berlangsung dari tanggal 11 hingga 13 Februari 2024.

Walaupun demikian, hingga terakhir ini sejumlah titik diketahui masih terdapat APK yang belum ditertibkan.


Ketua Bawaslu Sleman Arjuna Al Ichsan Siregar mengatakan, selama tiga hari masa tenang pihaknya sudah menertibkan lebih dari 30 ribu APK. Jenisnya pun beragam.

Ada yang berupa rontek, baliho, banner, hingga bendera.


Dia mengakui, selama penertiban APK pihaknya cukup kewalahan. Lantaran minimnya peralatan dan sumber daya manusia (SDM) petugas.

Selain itu, banyaknya titik pemasangan APK yang tersebar pada seluruh kapanewon di kabupaten Sleman. 


Dari informasi yang berhasil dihimpun Radar Jogja hingga siang. Sampai hari terakhir masa tenang ada beberapa titik masih terpasang APK.

Seperti di Perempatan Sagan, Caturtunggal dan Simpang Tiga Bandara Laksda Adisucipto, Depok.


“Meskipun demikian untuk APK paling lambat harus bersih malam ini,” ujar Arjuna saat dikonfirmasi, Selasa (13/2).


Arjuna menyatakan, bahwa sebelumnya Bawaslu Sleman juga sudah meminta kepada para peserta pemilu untuk bisa menertibkan sendiri APK miliknya.

Sehingga aturan selama masa tenang kampanye Pemilu 2024 ini benar-benar dipatuhi bersama.


Namun kenyataannya, menurut dia, kesadaran peserta pemilu untuk menurunkan sendiri APK-nya masih sangat minim. Sehingga hal itu pun sangat membuat petugas kewalahan dalam melakukan upaya penertiban APK.


“Masih sedikit (peserta pemilu) yang menertibkan APK secara mandiri. Termasuk berupa bendera-bendera yang terpasang di pohon dan dibuat tinggi-tinggi,” ungkap Arjuna.


Dalam pelaksanaan Pemilu 2024 ini, Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo mengajak masyarakat Sleman untuk menggunakan hak pilihnya guna menentukan pemimpin.

Dia pun mengingatkan agar masyarakat tidak melakukan boikot pemilu. Sebab suara masyarakat menentukan pemimpin lima tahun yang akan datang.


Kustini juga meminta, agar masyarakat turut serta menjaga keamanan dan ketertiban selama masa tenang hingga pada pencoblosan.

Agar kemudian, pesta demokrasi di kabupaten Sleman dapat berjalan sesuai dengan apa yang diharapkan


"Tanggal 14 Februari mari datang semuanya ke tempat pemungutan suara (TPS). Gunakan hak pilihmu untuk memilih calon legislatif, calon Presiden dan Wakil Presiden sesuai dengan hati nurani," pesan orang nomor satu di Sleman itu. (inu)

Editor : Amin Surachmad
#APK #masa tenang #Bawaslu Sleman