SLEMAN - Dinas Pariwisata (Dispar) Sleman mencatat ada sebanyak 98 ribu lebih pergerakan wisatawan selama long weekend ini.
Yakni, pada masa libur panjang peringatan Isra Mi'raj dan Hari Raya Imlek 2024.
Kepala Bidang Pemasaran Dispar Sleman Kus Endarto mengatakan, selama kurun tanggal 8 sampai 11 Februari 2024 pihaknya mencatat ada pergerakan wisatawan sebanyak 98.327.
Jumlah itu merupakan data sementara hingga Minggu (11/2) siang.
Dia membeberkan, bahwa pergerakan wisatawan di kabupaten Sleman masih didominasi oleh pelancong nusantara dengan prosentase 99,75 persen.
Mayoritas wisatawan pun berasal dari wilayah Pulau Jawa.
“Utamanya dari wilayah di Jawa Tengah,” ujar Kus saat dikonfirmasi, Minggu (11/2).
Sementara untuk destinasi wisata favorit, dia merinci, mayoritas wisatawan masih mengunjungi kawasan utara seperti Kaliurang dan Bunker Kaliadem dengan persentase 70,44 persen.
Lalu, disusul wisata kawasan Timur seperti Tebing Breksi dan wisata candi yang dikelola PT. TWC dengan prosentase 24,39 persen.
Sementara untuk wilayah barat yang kini tengah digenjot oleh pemerintah setempat untuk tingkat kunjungannya.
Kus membeberkan, persentasenya mencapai 5,16 persen dengan destinasi wisata paling banyak dikunjungi Studio Alam Gamplong.
“Jumlah pergerakan wisatawan di destinasi wisata kabupaten Sleman selama long weekend mengacu pada data sementara di Dinas Pariwisata Sleman,” terang Kus.
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Sleman Ishadi Zayid menyampaikan, secara khusus pihaknya tidak menentukan target khusus selama masa long weekend tersebut.
Walaupun demikian, dia tetap berharap momen libur panjang ini dapat berdampak pada meningkatnya kunjungan wisatawan ke Sleman.
Ishadi menyebut, pihaknya hanya menarget kunjungan wisatawan selama kurun waktu setahun.
Adapun tahun 2024 ini Dispar mematok target sebanyak 7,5 juta wisatawan dengan pendapatan asli daerah (PAD) khusus retribusi wisata sebesar Rp 4,5 miliar.
“Kami sangat optimistis target tersebut tercapai,” ungkapnya.
Di sisi lain, Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sleman Andhu Pakerti mengaku, juga optimis okupansi hotel maupun akomodasi wisata selama libur panjang bisa menyentuh angka 70 persen.
Menurut dia, musim libur seperti sekarang kemungkinan besar sektor perhotelan akan dipenuhi oleh wisatawan keluarga.
“Harapan untuk hotel dan akomodasi lainnya, liburan keluarga ini meningkatkan keterisian hunian di 70 persen. Selain itu targetnya juga lebih kondusif saja, mengingat ada kegiatan pemilu,” ungkap Andhu. (inu)
Editor : Amin Surachmad