SLEMAN - Terjadi 1 kali Awan Panas Guguran (APG) ke arah Barat daya (Kali Bebeng) dengan Estimasi jarak luncur maksimum 1.600 meter. Visual Gunung Merapi berkabut.
Teramati 34 kali guguran lava ke arah Barat daya (Kali Bebeng) dengan jarak luncur maksimum 1600 meter.
Teramati 1 kali guguran lava ke arah Selatan (Kali Boyong) dengan jarak luncur 1500 meter.
Demikian Volcanic Activity Report Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Rabu 7 Februari 2024 pukul 00.00-24.00 WIB.
Gunung Merapi bercuaca berawan, mendung.
Angin bertiup tenang ke arah barat dan timur.
Suhu udara 17-23.8 °C, kelembaban udara 55-99 %, dan tekanan udara 838.2-918.8 mmHg. Volume curah hujan 81 mm per hari.
Rekomendasi dari BPPTKG sebagai berikut: Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awanpanas pada sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 km.
Pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km.
Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.
Data pemantauan menunjukkan suplai magma masih berlangsung yang dapat memicu terjadinya awanpanas guguran di dalam daerah potensi bahaya.
Masyarakat agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya.
Masyarakat agar mewaspadai bahaya lahar dan awanpanas guguran (APG) terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi.
Masyarakat agar mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik dari erupsi Gunung Merapi.
Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, maka tingkat aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali. (iwa)
Editor : Iwa Ikhwanudin