SLEMAN - Pemindahan Makam Kyai Kromo Ijoyo di Sleman yang terdampak pembangunan Tol Jogja-Solo Paket 2.2 hingga saat ini belum kunjung dilakukan.
Padahal, lahan relokasi cagar budaya yang bernama lain Situs Mbah Celeng itu sudah disiapkan Pemerintah Kalurahan Tirtoadi.
Humas PT Adhi Karya Pembangunan Tol Jogja-Solo Seksi 2 Paket 2.2 Agung Murhandjanto mengatakan, pihaknya hingga sekarang belum tahu pasti jadwal pemindahan situs Mbah Celeng.
Namun, menurutnya, sudah dilakukan appraisal ulang untuk tanah kas desa dan bangunan tempat situs Mbah Celeng tersebut berdiri.
Sebagaimana diketahui, Makam Kyai Kromo Ijoyo merupakan salah satu dari beberapa makam yang terdampak pembangunan Tol Jogja-Solo.
Situs budaya yang terletak di Padukuhan Ketingan itu terpaksa harus direlokasi. Agar proyek tol yang berada di kalurahan Tlogoadi dan Tirtoadi bisa tersambung.
“Belum ada info fix (jadwal pemindahan situs Mbah Celeng), tapi memang sudah ada appraisal ulang untuk TKD dan tegakannya,” ujar Agung saat dikonfirmasi, Rabu (7/2).
Agung menambahkan, bahwa hingga bulan kedua tahun 2024 ini progress pembangunan Tol Jogja-Solo telah mencapai 26 persen.
Adapun pelaksana proyek kini tengah mengerjakan pembangunan box culvert, box jalan desa, lalu jembatan. Serta penimbunan tanah dan pemasangan pondasi beton untuk bore pile.
Sementara terkait dengan pembebasan lahan, dia membeberkan, capaiannya telah menyentuh 71,4 persen.
Dikarenakan dari total kebutuhan lahan sebesar 39,8 hektare atau sebanyak 889 bidang. Sudah ada 28,49 hektar atau 724 bidang yang statusnya telah bebas.
“Dengan semakin banyak lahan yang sudah bebas, tentu kami akan semakin leluasa melanjutkan pekerjaan proyek,” beber Agung.
Berkaitan dengan relokasi situs Mbah Celeng, sebelumnya Lurah Tirtoadi Mardiharto menyampaikan, lahan relokasi makam Kyai Kromo Ijoyo sudah disiapkan tidak jauh dari lokasi makam saat ini.
Jaraknya sekitar 150 meter dari lokasi lama dan memiliki luas sekitar 200 meter. Lahannya menggunakan tanah milik Kasultanan Ngayogyakarta.
Menurut Mardiharto, rencana terkait pemindahan makam Kyai Kromo Ijoyo sampai saat ini masih terus berproses.
Disebutnya, kalau kalurahan pun masih menunggu perizinan penggunaan lahan dari dari Kraton Jogja yang sebelumnya telah diajukan.
“Apabila UGR (appraisal) diserahkan kepada warga atau ahli waris maka nantinya pemerintah kalurahan yang melakukan pemindahan,” terang Mardiharto beberapa waktu lalu. (inu)