SLEMAN - Sejumlah ruas jalan di Kabupaten Sleman diprediksi mengalami kemacetan selama masa libur panjang.
Terhitung dari tanggal 8 hingga 11 Februari 2024 mendatang. Dinas Perhubungan setempat pun menyiapkan langkah antisipatif.
Kepala Dinas Perhubungan Sleman Arip Pramana mengatakan, dari hasil pemantauan pihaknya memang bakal ada peningkatan kendaraan selama masa libur tersebut.
Hanya saja, tidak akan sebanyak masa libur lebaran maupun akhir tahun seperti libur natal dan tahun baru.
Menurut Arip, jalan-jalan utama di Sleman kemungkinan besar juga hanya akan dipenuhi oleh wisatawan lokal.
Sehingga, kepadatan kendaraan pun diprediksi hanya akan terjadi pada ruas jalan terletak di kawasan perkotaan.
Dia merinci, ruas jalan yang rawan macet saat libur panjang itu di antaranya Simpang Empat Gejayan, Simpang Empat Condongcatur, dan Simpang Empat Monjali.
Kemudian, juga Simpang Tiga Maguwoharjo serta Simpang Tiga Besi yang berada di Jalan Kaliurang.
“Masa libur panjang saat ini kemungkinan kemacetan hanya di wilayah perkotaan, seperti lokasi yang mengarah ke objek wisata maupun pusat-pusat perbelanjaan,” ujar Arip saat dikonfirmasi, Rabu (7/2).
Terkait dengan upaya menghadapi hal tersebut, mantan Kepala Satpol PP Sleman itu mengaku, sudah menyiagakan personel sesuai kondisi di lapangan.
Selain itu, Dishub Sleman juga akan berkoordinasi dengan pihak kepolisian.
Disamping itu, Arip menegaskan, selama masa libur panjang itu Dishub Sleman juga tidak akan meliburkan tim penerangan jalan umum.
Sehingga ketika ada masalah terkait lampu jalan yang rusak atau mati bisa segera ditindaklanjuti.
“Walaupun hari libur tetap ada tim yang bertugas,” ungkap Arip.
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Sleman Ishadi Zayid menyampaikan, di tahun 2024 ini menarget kunjungan wisatawan bisa menyentuh angka 7,5 juta.
Pihaknya pun telah menyiapkan ratusan event supaya menarik minat wisatawan untuk datang.
Menurut dia, Dinas Pariwisata optimistis target tersebut tercapai. Lantaran di tahun 2023 target yang sudah ditentukan berhasil dilampaui.
Yakni, target sebanyak 7 juta kunjungan wisatawan namun bisa tercapai lebih dari 8 juta wisatawan.
“Pergerakan wisatawan ke kabupaten Sleman selain dipengaruhi keindahan alam, keragaman budaya dan kehangatan warganya, juga dipengaruhi beragam event yang dilaksanakan,” terang Ishadi beberapa waktu lalu. (inu)