Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Gunung Merapi Luncurkan 34 kali Guguran Lava Pijar ke Arah Barat Daya (Kali Bebeng), Jarak Luncur Maksimum 1,6 Kilometer

Iwa Ikhwanudin • Rabu, 7 Februari 2024 | 12:45 WIB
Terjadi Awan Panas Guguran di Gunung #Merapi tanggal 30 Januari 2024 pada pukul 17:05 WIB.
Terjadi Awan Panas Guguran di Gunung #Merapi tanggal 30 Januari 2024 pada pukul 17:05 WIB.

SLEMAN - Volcanic Activity Report Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Selasa 6 Februari 2024.

Teramati 34 kali guguran lava ke arah barat daya (Kali Bebeng) dengan jarak luncur maksimum 1.600 meter.

Cuaca Gunung Merapi berawan, mendung, hujan, dan cerah.

Angin bertiup lemah hingga sedang ke arah timur dan barat.

Suhu udara 17-23.1 °C, kelembaban udara 65-99 %, dan tekanan udara 762.2-919 mmHg.

Volume curah hujan 98 mm per hari.

Secara visual Gunung Merapi terlihat jelas, kabut 0-II, dan kabut 0-III.

Asap kawah tidak teramati.

Terjadi kegempaan Guguran, Hybrid/Fase Banyak; dan Vulkanik Dangkal.

Tingkat aktivitas Gunung Merapi masih berada di level III (siaga).

Rekomendasi yang dikeluarkan BPPTKG: Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awanpanas pada sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 km.

Pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km.

Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.

Baca Juga: Selama Masa Tenang Bawaslu Akan Lakukan Patroli Pengawasan, Alasannya karena Ini

Data pemantauan menunjukkan suplai magma masih berlangsung yang dapat memicu terjadinya awanpanas guguran di dalam daerah potensi bahaya.

Masyarakat agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya.

Masyarakat agar mewaspadai bahaya lahar dan awanpanas guguran (APG) terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi.

Masyarakat agar mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik dari erupsi Gunung Merapi.

Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, maka tingkat aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali. (iwa)

Editor : Iwa Ikhwanudin
#Gunung Merapi #Kabupaten Sleman #Awan Panas #lava pijar