Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Masyarakat Perlu Paham, Stunting Bukan Penyakit, tapi Hambat Tumbuh Kembang Anak

Kusno S Utomo • Selasa, 6 Februari 2024 | 04:45 WIB
INDONESIA EMAS 2045: Anggota Komisi IX DPR RI Sukamto berbicara soal pentingnya mencegah stunting. Masyarakat perlu terus diberikan pemahaman.
INDONESIA EMAS 2045: Anggota Komisi IX DPR RI Sukamto berbicara soal pentingnya mencegah stunting. Masyarakat perlu terus diberikan pemahaman.


RADAR JOGJA - Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana atau disingkat Bangga Kencana terus digencarkan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN). Salah satunya melalui kegiatan bertajuk Sosialisasi dan KIE Program Bangga Kencana Bersama Mitra Kerja di Provinsi DIJ.


"Fokus kegiatan ini untuk menekan angka stunting, khususnya di empat kabupaten dan kota se-DIJ," ujar Anggota Komisi IX DPR RI Sukamto (5/2).


Dikatakan, masyarakat perlu diberikan pengetahuan dan pemahaman stunting bukanlah penyakit. Selain itu, stunting juga tidak menular. Pesan itu sebelumnya juga disampaikan Sukamto saat menggelar acara Balai Aspirasi Masyarakat Desa Sinduadi, Mlati, Sleman pada Sabtu 3 Februari 2024.


Acara juga menghadirkan Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Sleman Wildan Solichin sebagai narasumber.

“Stunting adalah suatu kondisi akibat terhambatnya pertumbuhan dan perkembangan anak pada 1.000 hari pertama kehidupan (nol sampai 24 bulan) disebabkan oleh gizi kronis dan penyakit yang berulang,” ungkap Wildan.


Lebih lanjut Wildan menyampaikan bila tidak ditangani serius stunting bisa menghambat terwujudnya cita-cita membentuk generasi unggul demi meraih Indonesia Emas 2045.
Menurut dia, di sinilah pentingnya menjaga kesehatan calon ibu maupun ibu hamil supaya tercukupi gizi dan proteinnya.

“Jika gizi tidak tercukupi bayi yang dilahirkan kondisi fisik dan otaknya tidak berkembang sebagaimana bayi normal,” ungkapnya.

Salah satu upaya mencegah stunting dengan tidak menikah terlalu muda atau sebaliknya terlalu tua di atas 35 tahun. Seorang ibu yang menikah pada usia 21 tahun dinilai kandungannya lebih siap.


Wildan menyarankan tiga bulan sebelum menikah seyogianya calon pengantin mendaftarkan diri di kantor urusan agama (KUA) di setiap kecamatan agar bisa mengikuti sekolah calon pengantin. Semacam bimbingan teknis edukasi.


Harapannya, calon pengantin memperoleh bekal sehingga lebih siap saat hamil dan menyusui. Juga merawat bayi sejak dari kandungan sampai lahir supaya tidak stunting.

Wildan mengajak semua pihak bersama-sama mencegah stunting. Menurut dia, mencegah lebih mudah dari pada mengatasi stunting.
Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi DIJ Andi Ritamariani menambahkan, BKKBN memiliki komitmen kuat menjalankan Program Bangga Kencana. Itu sejalan dengan amanat Undang-Undang Nomor 52 Tahun 2009 tentang Perkembangan Penduduk dan Pembangunan Keluarga. Juga m Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 72 Tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting, dengan membentuk Tim Percepatan Penurunan Stunting.

Sosialisasi dan KIE Program Bangga Kencana Bersama Mitra Kerja di Provinsi DIJ, merupakan bagian dari upaya mendekatkan Program Bangga Kencana kepada masyarakat.

Pihaknya ingin menghadirkan peran BKKBN dalam mencegah terjadinya anak stunting. “Kami hadir di sini bersama Pak Sukamto sebagai mitra kerja BKKBN,” ungkapnya.

Bertepatan dengan 100 tahun Kemerdekaan RI pada 2045, negara ini memasuki Indonesia Emas. Muncul pertanyaan, bisakah generasi emas 2045 terwujud apabila angka stunting masih tinggi?
Dijelaskan, angka stunting DIJ masih pada kisaran 16,4 persen. Melalui berbagai kegiatan, termasuk dengan Komisi IX DPR RI, tahun ini diharapkan angka stunting di Provinsi DIJ turun menjadi 14 persen.


Sedangkan Sukamto menegaskan, pentingnya komitmen menekan angka stunting. Setiap keluarga pasti tidak menginginkan anaknya stunting.


Kenapa? Menurut Sukamto, stunting bisa memberatkan keluarga. “Anak stunting pasti menjadi beban orang tua. Selamanya. Bahkan ada orang tua merasa sedih memikirkan siapa yang akan merawat anaknya jika dirinya meninggal,” katanya. (kus)

Editor : Satria Pradika
#Komisi IX DPR RI Sukamto #Provinsi DIJ #Kabupaten Sleman #Pemahaman Stunting #BKKBN