SLEMAN - Dua e-commerce besar di Indonesia memberikan perhatian khusus terhadap industri batik di Yogyakarta.
Salah satu tokoh pelestari batik pun berharap melalui kerjasama tersebut dapat meningkatkan penjualan batik dan mensejahterakan perajin.
Tokoh Pelestari Batik Gusti Kanjeng Bendara Raden Ayu (GKRBAy) Adipati Paku Alam X mengatakan, permasalahan yang kini dihadapi oleh para perajin batik adalah perihal penjualan.
Banyak dari perajin batik, khususnya yang sudah berusia lanjut hanya dapat membuat kerajinan tersebut. Namun masih kesulitan untuk pemasaran.
Sehingga, melalui kerjasama dengan dua e-commerce besar di Indonesia yakni Tokopedia dan Tik Tok Shop diharapkan batik semakin dikenal.
Lalu, kemudian berdampak pada meningkatnya penjualan salah satu warisan budaya asal Yogyakarta tersebut.
“Harapannya mereka jadi tahu kalau batik-batik bisa di e-commerce kan, sehingga penjualannya meningkat. Pembatik harus tahu yang namanya penjualan, kalau tidak terjual nanti dikhawatirkan tidak dapat mendapatkan penghasilan,” ujar Gusti Kanjeng disela kegiatan yang digelar pada salah satu hotel di Yogyakarta, Senin (5/2).
Kepala Dinas Koperasi dan UKM DIY Srie Nurkyatsiwi menyampaikan, pihaknya kini juga tengah menggodok strategi agar batik semakin dikenal.
Salah satunya melalui kegiatan membatik di hotel agar ada sinergitas antara pengusaha hotel dengan pelaku usaha atau perajin batik.
Menurut dia, hal tersebut dapat dilakukan karena pariwisata dan UMKM merupakan satu bagian yang tidak dapat dipisahkan.
Terlebih, batik pun tidak hanya terpaku pada fashion. Namun juga memiliki produk-produk turunan seperti sepatu, tas, bahkan hingga makanan.
“Hotel bisa menjadi branding, salah satunya bisa dikemas dengan ada kegiatan membatik di hotel,” ungkap Srie.
Sementara itu, Direktur Eksekutif E-Commerce TikTok Indonesia Stephanie Susilo menerangkan, Tiktok dan Tokopedia berupaya memajukan industri batik tanah air lewat pemanfaatan teknologi.
Sehingga dapat membawa dampak positif terhadap perekonomian dalam negeri.
Upayanya dilakukan dengan meluncurkan kampanye #MelokalDenganBatik. Kampanye ini menandai perpaduan inovasi digital dan sumber daya lokal untuk memacu kemampuan dan meningkatkan kapasitas UMKM batik.
“Khususnya dalam rantai pasok lokal, sekaligus lebih menghidupkan ekonomi lokal di era digital,” katanya.
Presiden Tokopedia Melissa Siska Juminto menambahkan, berkat kampanye bersama TikTok Beli Lokal sebelumnya.
Tokopedia mencatat sejumlah brand lokal fesyen termasuk batik mengalami peningkatan transaksi rata-rata 9 kali lipat.
Menurutnya, kampanye #MelokalDenganBatik adalah upaya lanjutan untuk mendukung produk lokal khususnya batik.
Selama kampanye berlangsung, masyarakat bisa dengan mudah mendapatkan batik dari UMKM melalui halaman khusus di Shop Tokopedia dan Tokopedia.
“Kampanye ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam mendorong tradisi memakai batik,” ungkap Melisa. (inu)
Editor : Amin Surachmad