SLEMAN - Pelatih kepala PSS Sleman Risto Vidakovic menyebut akan sangat sulit ketika para pemain bermain di atas lapangan tanpa dukungan suporter.
Sebab, baginya dengan adanya suporter saat bertanding itu bisa merubah banyak hal.
Laskar Sembada memang telah menjalani hukuman dari Komite Disiplin (Komdis) PSSI, yakni untuk menggelar tiga laga kandang tanpa suporter.
Hal itu imbas dari kericuhan saat menjamu Bali United pada November 2023 lalu. Hal tersebut menyebabkan kerinduan dari pihak Laskar Sembada.
Namun, di laga menjamu Persikabo 1973 yang berakhir imbang dengan skor 2-2, Minggu (4/2) lalu di Stadion Sultan Agung (SSA) Bantul, adalah hukuman terakhir bagi PSS Sleman untuk menggelar laga tanpa suporter.
Tentu saja, hal itu turut disambut positif tim Super Elja. Sebab, pada laga home berikutnya Laskar Sembada bisa bertanding dengan didukung suporter secara langsung.
"Kami bermain di rumah tapi tanpa suporter. Sekarang kami bermain tandang tanpa suporter juga jadi itu lebih susah. Jadi, saya harap semoga di pertandingan berikutnya ketika bermain di kandang akan bersama suporter dan itu merubah banyak hal karena sulit untuk bermain kandang tanpa dukungan," katanya (5/2).
Kondisi PSS Sleman untuk melanjutkan sisa 10 laga terakhirnya ini memang dibilang sedang sulit.
Hasil imbang yang diraih saat menjamu Persikabo 1973 (4/2) lalu itu membuat Laskar Sembada tetap tertahan di posisi ke-14 klasemen Liga 1 dengan 27 poin dari 24 pertandingan.
Apalagi, saat ini Kim Jeffry dan kawan-kawan juga menjadi tim musafir karena homebase Stadion Maguwoharjo sedang direnovasi selama sepuluh bulan. Dijadwalkan selesai 31 Oktober 2024 mendatang.
Sebagai pelatih, Risto menyebut hal-hal tersebut memang membuat sulit tim untuk bermain dengan kondisi seperti itu.
"Kami bermain dua pertandingan di lapangan kami dan kemarin adalah pertandingan pertama di luar. Itu bukan lapangan kami, sesuatu yang baru juga untuk kami dan semua pemain apalagi tanpa suporter pula. Jadi, utu sulit untuk bermain dengan keadaan seperti ini," tandasnya. (ayu)
Editor : Amin Surachmad