SLEMAN - Gunung Merapi di Kabupaten Sleman terus menunjukkan aktivitasnya pada Jumat 2 Februari 2024 pukul 00.00-24.00 WIB.
Teramati 24 kali guguran lava pijar Gunung Merapi ke arah barat daya (Kali Bebeng) dengan jarak luncur maksimum 1.600 meter.
Terdengar 1 kali suara guguran terdengar dari Pos Babadan dengan intensitas suara sedang.
Demikian Volcanic Activity Report dari Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) yang diterima redaksi Radar Jogja.
Di seputar Gunung Merapi cuaca cerah, berawan, mendung.
Angin bertiup lemah ke arah timur. Suhu udara 17-26 °C, kelembaban udara 58-98.9 %, dan tekanan udara 838.2-919 mmHg. Volume curah hujan 15 mm per hari.
Atas kondisi tersebut, BPPTKG mengeluarkan rekomendasi sebagai berikut:
Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awanpanas pada sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 km.
Pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km.
Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.
Data pemantauan menunjukkan suplai magma masih berlangsung yang dapat memicu terjadinya awanpanas guguran di dalam daerah potensi bahaya.
Masyarakat agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya.
Masyarakat agar mewaspadai bahaya lahar dan awanpanas guguran (APG) terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi.
Masyarakat agar mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik dari erupsi Gunung Merapi.
Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, maka tingkat aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali. (iwa)
Editor : Iwa Ikhwanudin