Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Acara Haul Ke-99 Maestro Seni Rupa Indonesia Saptohoedojo Melibatkan Siswa SMSR Jogja sebagai Jembatan Hubungan Batin dengan Seniman Senior

Agung Dwi Prakoso • Sabtu, 3 Februari 2024 | 02:43 WIB
Yani Saptohoedojo, istri dari maestro seni rupa Indonesia Saptohoedojo, menunjukkan sketsa karya sejumlah siswa SMSR jelang acara Haul ke-99 Saptohoedojo, di Galeri Saptohoedojo, Sleman, Jumat (2/2).
Yani Saptohoedojo, istri dari maestro seni rupa Indonesia Saptohoedojo, menunjukkan sketsa karya sejumlah siswa SMSR jelang acara Haul ke-99 Saptohoedojo, di Galeri Saptohoedojo, Sleman, Jumat (2/2).

SLEMAN - Sebanyak 20 siswa Sekolah Menengah Seni Rupa (SMSR) Yogyakarta dilibatkan dalam peringatan Haul ke 99 seniman sekaligus maestro perupa Saptohoedojo.

Sejumlah 20 siswa tersebut mengikuti diskusi dengan tajuk Dialog dan Kegiatan Seni Rupa Kaum Milenial hingga melukis sketsa suasana diskusi.

Diskusi tersebut diisi oleh mantan Kepala Sekolah SMSR Yogyakarta, Rahmat.

Dalam diskusi tersebut ia menceritakan bagaimana spirit Saptohoedojo saat berjuang dalam berkarya.

"Kegigihan dan kreativitas yang luar biasa seorang Saptohoedojo dalam berkarya patut untuk dicontoh untuk anak-anak calon seniman generasi sekarang," ujar Rahmat kepada media, Jumat (2/2/2024).

Ia menceritakan, pada usia 22 tahun, Saptohoedojo merantau ke Malaysia tanpa modal walaupun dirinya keturunan ningrat.

Walaupun orangtuanya merupakan dokter di Keraton Solo, ia tidak mau dimanjakan oleh harta orangtuanya.

"Dalam perjalanan ke Malaysia bertujuan untuk menimba ilmu dan mencari pengalaman perihal dunia seni rupa," jelasnya.

Setelah bertahun-tahun hidup sederhana di negeri seberang, bahkan tidur jalan di emperan toko.

Akhirnya Saptohoedojo menemukan salah satu pelanggan yang terkesan dengan hasil lukisannya.

Hingga pada akhirnya lukisan tersebut dipamerkan di salah satu event pameran di Malaysia.

"Banyak yang menyebut bahwa pak Sapto adalah pelukis realis, tapi pada kenyataanya dia juga mencoba instalasi dengan merakit pesawat, mesin cetak dan sebagainya," bebernya.

Lahirnya seniman muda untuk melanjutkan kiprah senirupa Indonesia atau Jogja khususnya di tingkat dunia diharapkan bisa lahir.

Setelah acara diskusi dan melukis sketsa selesai, para siswa secara simbolis diberikan kenang-kenangan berupa pin yang langsung dipasangkan oleh istri Saptohoedojo.

Sebaliknya, para siswa memberikan hasil lukisan sketsanya kepada Ibu Yani.

Baca Juga: Masih Ada Bangunan yang Berdiri di Zona Inti Gumuk Pasir Parangkusumo

Sebagai tambahan informasi, dalam rangkaian acara Haul ke-99 Saptohoedojo tersebut juga akan diselenggarakan Ziarah Para Seniman di Makam Giri Sapta, Imogiri, Bantul.

Acara tersebut akan dilaksanakan pada Selasa (06/02/2024) pada pukul 09.00-12.00 WIB. (oso)

Editor : Iwa Ikhwanudin
#Seniman #saptohoedojo #pelukis #sapto hoedojo #Kabupaten Sleman