SLEMAN - Kasus penularan demam berdarah dengue (DBD) kembali muncul di kabupaten Sleman.
Masyarakat pun diminta mewaspadai penularan penyakit tersebut. Apalagi, di tengah musim penghujan seperti sekarang.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman Khamidah Yuliati mengatakan, pada awal tahun ini pihaknya mencatat sudah ada empat kasus penularan DBD.
Beruntungnya, belum ada satupun dari kasus tersebut yang meninggal dunia.
“Per tanggal 1 Februari 2024 laporan sementara sudah ada empat kasus DBD yang terkonfirmasi,” ujar Yuli sapaanya saat dikonfirmasi, Kamis (2/2).
Yuli pun menghimbau, masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap masifnya penularan penyakit DBD saat musim penghujan.
Sebab, ada kemungkinan nyamuk aedes aegypti sebagai hewan penyebar penyakit tersebut mudah berkembang biak.
Terlebih lagi pada tahun 2023 lalu jumlah temuan kasus DBD di kabupaten Sleman juga cukup banyak.
Terhitung ada 146 kasus dengan jumlah pasien meninggal dunia sebanyak satu orang.
“Untuk tahun ini insyaallah dan jangan sampai ada lagi kasus meninggal dunia karena DBD,” harap Yuli.
Ia menyebut, upaya mencegah penularan kasus DBD dapat dilakukan dengan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).
Yakni, dengan menjaga kondisi tubuh melalui olahraga dan mengkonsumsi vitamin.
Disamping itu, masyarakat pun dihimbau untuk melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN).
Selain itu, memaksimalkan kembali kader-kader jumantik melalui program Satu Rumah Satu Jumantik.
“Dengan berbagai upaya PHBS dan PSN harapannya dapat menekan kasus DBD,” ungkap Yuli
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Sleman Cahya Purnama mengatakan, peralihan musim kemarau ke penghujan dapat membuat bakteri dan virus mudah berkembang biak.
Hal itu tentunya akan berdampak pada semakin masifnya penyebaran penyakit.
Sehingga, dia pun meminta agar masyarakat juga mewaspadai potensi penyakit pernapasan. Seperti batuk, pilek dan flu yang kemungkinan besar akan mudah menjangkiti masyarakat pada kondisi musim seperti sekarang.
"Yang paling pertama muncul itu adalah penyakit batuk pilek, kemudian nanti baru penyakit-penyakit yang bersumber vektor yang lain seperti nyamuk dan leptospirosis," terangnya. (inu)