SLEMAN - Bersamaan dengan hujan deras di puncak Gunung Merapi, terjadi awan panas guguran (APG).
Erupsi Gunung Merapi tersebut terjadi pada 1 Februari 2024 pukul 17.41 WIB.
Sebelumnya, mulai pukul 17.02 terjadi hujan di puncak dan lereng Barat Daya Gunung Merapi, total curah hujan di puncak 10.8 mm, durasi 12 menit, intensitas hujan 55.38 mm/jam.
Hujan masih berlangsung hingga pukul 17.18 WIB.
Pada pukul 17.41 WIB, Gunung Merapi erupsi. Awan Panas Guguran atau Wedhus Gembel mengarah ke arah barat daya (Kali Bebeng).
APG tersebut dengan amplitudo max 30 mm, durasi 176.12 detik, jarak luncur 1.800 meter.
Arah angin ke timur. ''Masyarakat diimbau untuk menjauhi daerah bahaya yang direkomendasikan,'' tulis siaran pers BPPTKG.
Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) dalam laporannya juga menyebut peristiwa guguran lava pijar.
"Teramati 5 kali guguran lava ke arah Kali Bebeng dengan jarak luncur maksimum 1200 meter," tulis BPPTKG. (iwa)
Editor : Iwa Ikhwanudin