SLEMAN - Badan Pusat Statistik (BPS) bekerjasama dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melaksanakan Survey Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) di 34 Provinsi Se Indonesia.
Tiga di antaranya dilakukan di Daerah Istimewa Jogjakarta (DIJ) tepatnya di Kabupaten Gunungkidul, Sleman dan Bantul.
Tujuan diadakanya survey tersebut adalah untuk mengetahui indeks literasi dan inklusi keuangan masyarakat terkini.
Survey tersebut merupakan yang pertamakali yang dilakukan BPS bekerjasama dengan OJK.
BPS tentunya berkontribusi untuk mengukur secara independen bagaimana literasi keuangan di Indonesia.
Karena program literasi keuangan tersebut merupakan program nasional.
"Sasaran survey adalah perorangan dan bukan rumah tangga. Prosesnya dilakukan dengan pemilihan sampel secara random," ujar PLT Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti di sela peninjauan survey lapangan di Purwomartani, Kalasan, Sleman, Selasa (30/01/2024).
Total ada 34 Provinsi di 120 Kabupaten/Kota ditambah delapan Kota tambahan yang ada OJK nya.
"Sampel yang dipilih diratakan sesuai tingkat pendidikan. Jadi tidak terfokus pada tingkat pendidikan tertentu," tandasnya.
"Survey kalau mau objektif dan independen harus dipilih sampel nya secara random," imbuhnya.