SLEMAN - Gunung Merapi di Sleman masih menunjukkan aktivitas yang tinggi pada Selasa 30 Januari 2024 pukul 12.00-18.00 WIB.
Berdasarkan Volcanic Activity Report dari Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) tercatat rentetan awan panas guguran.
Teramati 3 kali Awan Panas Guguran (APG) ke arah barat daya (Kali Bebeng) dengan jarak luncur maksimum 1.700 meter.
Teramati 5 kali guguran lava ke arah barat daya (Kali Bebeng) dengan jarak luncur maksimum 1.500 meter.
Teramati 2 kali guguran lava ke arah selatan (Kali Boyong) dengan jarak luncur maksimum 500 meter.
Cuaca di Gunung Merapi berawan, hujan, dan mendung.
Angin bertiup lemah hingga sedang ke arah timur.
Suhu udara 18.9-21.5 °C, kelembaban udara 63-97 %, dan tekanan udara 768.5-918.6 mmHg.
Volume curah hujan 95 mm per hari.
Secara visual, Gunung Merapi terlihat jelas hingga berkabut. Asap kawah nihil.
Pada sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 km.
Pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km.
Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.
Data pemantauan menunjukkan suplai magma masih berlangsung yang dapat memicu terjadinya awan panas guguran di dalam daerah potensi bahaya.
Masyarakat agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya.
Masyarakat agar mewaspadai bahaya lahar dan awanpanas guguran (APG) terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi.
Masyarakat agar mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik dari erupsi Gunung Merapi.
Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, maka tingkat aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali. (iwa)
Editor : Iwa Ikhwanudin