Luncuran pertama terjadi pada 12.37 WIB sementara wedhus gembel kedua pada 12.52 WIB.
Kemunculan ini akibat adanya aktivitas vulkanik ditambah hujan di kawasan puncak Gunung Merapi.
Wedhus Gembel Pertama
Berdasarkan catatan BPPTKG Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) awan panas guguran atau wedhus gemel pertama terjadi 12:37 WIB.
Tercatat dengan amplitudo maksimal 15 milimeter dan berdurasi 97,16 detik. Sementara untuk jarak luncur 1300 meter ke arah Barat Daya atau Kali Bebeng.
Visual Gunung Merapi tampak saat terjadi erupsi awan panas guguran.
Wedhus Gembel Kedua
Wedhus gembel terjadi pukul 12.52 WIB dengan amplitudo maksimal 66 milimeter. Erupsi ini tercatat berdurasi 143,8 detik.
Sementara untuk jarak luncur sejauh 1500 meter ke Barat Daya atau Kali Bebeng.
Puncak Merapi Hujan
BPPTKG DIY melaporkan bahwa kawasan puncak Gunung Merapi terpantau hujan sjak 12.06 WIB. Total curah hujan mencapai 11,4 milimeter, berdurasi 31 menit serta intensitas 22,16 mm/jam.
Hujan masih berlangsung saat ini dan terpantau aliran di hulu Kali Senowo dan Kali Apu. BPPTKG meminta masyarakat waspada bahaya lahar di sungai-sungai yang berhulu di Gunung Merapi.
Selain itu juga potensi luncuran awan panas guguran di daerah potensi bahaya.
Editor : Bahana.