Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Teramati 11 Kali Guguran Lava Gunung Merapi ke Arah Kali Bebeng, Begini Rekomendasi dari BPPTKG

Iwa Ikhwanudin • Minggu, 28 Januari 2024 | 14:29 WIB
Dari CCTV Tunggularum terlihat Gunung Merapi mengeluarkan awan panas guguran (APG) pada Jumat 5 Januari 2024 pukul 05.34 WIB.  (Foto: BPPTKG)
Dari CCTV Tunggularum terlihat Gunung Merapi mengeluarkan awan panas guguran (APG) pada Jumat 5 Januari 2024 pukul 05.34 WIB. (Foto: BPPTKG)

SLEMAN - Teramati 11 kali guguran lava Gunung Merapi ke arah Kali Bebeng dengan jarak luncur maksimum 1.500 meter.

Demikian Volcanic Activity Report pada Sabtu 27 Januari 2024 pukul 00.00-24.00 WIB.

Gunung Merapi memiliki ketinggian 2.968 meter di atas permukaan laut (mdpl), cuaca cerah, berawan, mendung, dan hujan.

Angin bertiup tenang ke arah utara dan timur.

Suhu udara 17-26 °C, kelembaban udara 58-99 %, dan tekanan udara 838.6-918.9 mmHg.

Volume curah hujan 52 mm per hari.

Secara visual Gunung Merapi berkabut 0-II.

Asap kawah bertekanan lemah teramati berwarna putih dengan intensitas tebal dan tinggi 50 meter di atas puncak kawah.

Terjadi kegempaan Guguran; Hybrid/Fase Banyak; Vulkanik Dangkal; dan Tektonik Jauh.

Tingkat aktivitas Gunung Merapi masih berada di level III (siaga).

Atas kondisi tersebut, BPPTKG mengeluarkan rekomendasi: potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas.

Terutama ke sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 km.

Pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km.

Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.

Data pemantauan menunjukkan suplai magma masih berlangsung yang dapat memicu terjadinya awan panas guguran di dalam daerah potensi bahaya.

Masyarakat agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya.

Masyarakat agar mewaspadai bahaya lahar dan awanpanas guguran (APG) terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi.

Masyarakat agar mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik dari erupsi Gunung Merapi.

Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, maka tingkat aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali. (iwa)

Editor : Iwa Ikhwanudin
#Gunung Merapi #Guguran #Awan Panas #lava pijar