Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Gunung Merapi Keluarkan 21 Kali Guguran Lava ke Arah Barat Daya (Kali Bebeng), Jarak Luncur Maksimum 1,5 Kilometer

Iwa Ikhwanudin • Sabtu, 27 Januari 2024 | 12:31 WIB
Dari CCTV Tunggularum terlihat Gunung Merapi mengeluarkan awan panas guguran (APG) pada Jumat 5 Januari 2024 pukul 05.34 WIB.  (Foto: BPPTKG)
Dari CCTV Tunggularum terlihat Gunung Merapi mengeluarkan awan panas guguran (APG) pada Jumat 5 Januari 2024 pukul 05.34 WIB. (Foto: BPPTKG)

SLEMAN - Aktivitas Gunung Merapi yang memiliki ketinggian 2.968 meter di atas permukaan laut (mdpl) masih tinggi.

Gunung yang terletak di perbatasan DIY-Jawa Tengah tersebut, teramati satu kali Awan Panas Guguran (APG) ke arah barat daya (Kali Bebeng) dengan jarak luncur 1.500 meter.

Teramati 21 kali guguran lava ke arah barat daya (Kali Bebeng) dengan jarak luncur maksimum 1.500 meter.

Demikian Volcanic Activity Report dari Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG).

Periode laporan tersebut pada hari Jumat 26 Januari 2024, pukul 00.00-24.00 WIB.

Cuaca di Gunung Merapi terlihat cerah, berawan, dan hujan.

Angin bertiup lemah hingga sedang ke arah timur.

Suhu udara 18-21 °C, kelembaban udara 61-70 %, dan tekanan udara 875.5-918.1 mmHg.

Volume curah hujan 12 mm per hari.

Secara visual, Gunung Merapi berkabut kabut 0-II hingga kabut 0-III.

Asap kawah bertekanan lemah teramati berwarna putih dengan intensitas sedang dan tinggi 350-500 m di atas puncak kawah Gunung Merapi.

Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awanpanas pada sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 km.

Pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol sejauh 5 km.

Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.

Data pemantauan menunjukkan suplai magma masih berlangsung, yang dapat memicu terjadinya awan panas guguran (APG) di dalam daerah potensi bahaya.

Masyarakat agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya.

Masyarakat agar mewaspadai bahaya lahar dan awan panas guguran (APG) terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi.

Masyarakat agar mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik dari erupsi Gunung Merapi.

Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, maka tingkat aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali. (iwa)

Editor : Iwa Ikhwanudin
#Gunung Merapi #Kabupaten Sleman #Awan Panas #lava pijar