SLEMAN - Gunung Merapi yang berada di perbatasan DIY-Jawa Tengah masih menunjukkan aktivitasnya.
Gunung Merapi pada Selasa 23 Januari 2024 pukul 00.00-06.00 WIB tercatat erupsi sebanyak satu kali.
Erupsi atau Awan Panas Guguran (APG) Gunung Merapi tersebut mengarah ke arah barat daya (Kali Bebeng).
Jarak luncur APG Gunung Merapi itu diperkirakan sejauh 2.000 meter atau dua kilometer.
Laporan aktivitas Gunung Merapi tersebut diterbitkan dari Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG).
Gunung Merapi memiliki ketinggian 2.968 meter di atas permukaan laut (mdpl).
Secara meteorologu, cuaca di Gunung Merapi hujan.
Angin bertiup lemah hingga sedang ke arah timur.
Suhu udara 17.5 °C, kelembaban udara 99 %, dan tekanan udara 874.5 mmHg.
Volume curah hujan 81 milimeter per hari.
Meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 km.
Pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km.
Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.
Data pemantauan menunjukkan suplai magma masih berlangsung yang dapat memicu terjadinya awan panas guguran (APG) di dalam daerah potensi bahaya.
Masyarakat agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya.
Masyarakat agar mewaspadai bahaya lahar dan awanpanas guguran (APG) terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi.
Masyarakat agar mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik dari erupsi Gunung Merapi.
Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, maka tingkat aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali. (iwa)
Editor : Iwa Ikhwanudin