JOGJA - Jajaran Kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta (Polda DIY) berhasil meringkus komplotan pelaku klitih di Jogja.
Komplotan tersebut salah sasaran dan membacok korban yang hendak mencari warung makan.
"Kejadian (klitih) ini sempat naik di media sosial, kebetulan TKP berada di Jalan Ringroad Utara depan kantor Polda DIY," ujar Kasubid Penmas Polda DIJ, AKBP Verena Sri Wahyuningsih saat Jumpa Pers, Senin (22/1/2024).
Kejadian itu berlangsung pada Kamis, (28/12/2023) sekitar pukul 02.00 WIB.
Korban merupakan laki-laki asal Mergangsan, Kota Jogja dengan inisial MS (32).
"Dari mulai ruko sampai dengan depan Polda DIY, ada beberapa pengendara kendaraan bermotor yang membawa senjata tajam dengan cara diseret," tuturnya.
Sementara itu, Direskrimum Polda DIY, Kombes Pol FX. Endriadi menyampaikan kronologi peristiwa.
Awal mula kejadian pembacokan tersebut adalah saat korban MS bersama dua orang temanya pergi berboncengan tiga dengan satu motor sekitar pukul 01.00 WIB.
Mereka berangkat dari indekos di Jalan Kaliurang dengan maksud untuk mencari warung makan di Jalan Seturan.
"Warung makan tersebut ternyata tutup, lalu korban tersebut pulang melewati Jalan Perumnas dan berpapasan dengan rombongan pelaku," jelasnya.
"Komplotan pelaku tersebut sejumlah delapan orang mengendarai empat kendaraan bermotor," imbuhnya.
Tanpa ada motif yang jelas, pelaku lalu mengejar korban dan membacoknya.
Dikarenakan TKP dekat dengan Mapolda DIY, korban turun dari kendaraan dan lari menyelamatkan diri ke penjagaan Polda DIY.
"Terjadi kejar-kejaran, pelaku mengejar dengan menyeret celurit di jalan lalu membacok korban."
"Setelah membacok mereka lantas melarikan diri," tandasnya.
"Oleh pihak kepolisian yang berjaga, korban lalu dilarikan ke RS Panti Rapih."
"Korban terkena bacok di lengan bagian kanan," imbuhnya.
Berdasarkan pemeriksaan yang dilakukan oleh kepolisian, para pelaku sebelumnya memang sudah merencakan tawuran dengan kelompok lain.
Kedua belah pihak merencanakan akan bertemu dan melakukan tawuran di daerah Jombor.
"Para pelaku sebelumnya berkumpul di rumah RK (DPO) di daerah Maguwoharjo pada pukul 00.00 WIB," tuturnya.
Setelah sampai pada titik pertemuan yang direncanakan, ternyata komplotan pelaku tidak menemukan kelompok musuhnya.
Komplotan pelaku tersebut sudah menyiapkan sejumlah senjata tajam.
"Kemungkinan korban merupakan target salah sasaran, karena ketika melihat korban, salah seorang komplotan pelaku meneriaki dengan mengatakan, itu orangnya!," bebernya.
Lima orang komplotan pelaku tersebut diamankan pada Rabu (10/1/2024) di wilayah DIY.
Mereka kemudian ditahan di Rutan Polda DIY.
"Kami terus melakukan proses pencarian tiga orang DPO dari komplotan tersebut," ujarnya.
Total pelaku ada delapan orang dan yang berhasil diamankan sejumlah lima orang.
Tiga orang lainya masih dalam proses pencarian.
Kelima pelaku tersebut adalah inisial JA (18) yaitu eksekutor pembacokan yang beralamatkan di Depok, Sleman.
Kemudian inisial NRAP (18) warga Mlati, Sleman sebagai joki eksekutor.
"Kemudian inisial TIS (19) dan BDN (18) warga Godean dan Depok Sleman."
"Mereka berperan sebagai pembawa sebilah celurit dan Inisial AA (19) sebagai pembuat atau orang yang meminjamkan sajam," tandasnya.
"Ketiga DPO yaitu RK, TM, dan HR. Informasi terakhir dugaannya mereka berada di luar DIY."
Baca Juga: Resmi Dilantik, PTPS Jadi Ujung Tombak Bertugas Awasi Puncak Tahapan Pemilu
"Akan kami lakukan penelusuran," imbuhnya.
Kedelapan komplotan pelaku klitih merupakan alumni di salah satu sekolah yang sama. (cr5)
Editor : Iwa Ikhwanudin