SLEMAN - Gunung Merapi di perbatasan DIY-Jawa Tengah kembali memuntahkan awan panas guguran (APG). Kali ini dua kali.
APG yang sering disebut sebagai erupsi atau keluarnya Wedhus Gembel tersebut terjadi pada Minggu 21 Januari 2024. Pukul 13.55 WIB dan 14.12 WIB.
Akun X Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) melaporkan, angin mengarah ke timur.
''Wilayah lereng timur Gunung Merapi terdampak hujan abu vulkanik,'' tulis BPPTKG.
Dilaporkan di media sosial (X, Instagram, Facebook) di wilayah Deles Klaten, hujan abu mengguyur daerah wisata sisi timur Merapi tersebut.
Wilayah, Kemalang Klaten, Girpasang Klaten, termasuk Kota Boyolali juga mengalami hujan abu.
''Gunakan masker dan kaca mata. Hindari aktivitas di luar ruangan hingga hujan abu mereda,'' saran BPPTKG.
''Hati-hati berkendara, kondisi jalanan licin akibat abu vulkanik,'' lanjut BPPTKG.
Awan panas guguran (APG) terjadi dua kali. Pertama pada 13.55 WIB, amplitudo max 42 mm, durasi 214,40 detik, jarak luncur maksimal 2.000 meter ke arah barat daya (Kali Bebeng).
Erupsi yang kedua Gunung Merapi terjadi pukul 14.12 WIB, amplitudo max 70 mm, durasi 239,64 detik.
Jarak luncur Wedhus Gembel sejauh 2.400 meter ke arah barat daya (Kali Bebeng).
Visual Gunung Merapi berkabut, dan arah angin ke timur. (iwa)
Editor : Iwa Ikhwanudin