Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Gunung Merapi Erupsi, Wedhus Gembel ke Arah Barat Daya, Angin ke Timur, Hujan Abu Mengguyur Klaten dan Boyolali

Iwa Ikhwanudin • Senin, 22 Januari 2024 | 00:35 WIB
Terjadi awan panas guguran (APG) Gunung Merapi, Senin 8 Januari 2024, pukul 14.09 WIB. (CCTV Pos Babadan, Badan Geologi, BPPTKG)
Terjadi awan panas guguran (APG) Gunung Merapi, Senin 8 Januari 2024, pukul 14.09 WIB. (CCTV Pos Babadan, Badan Geologi, BPPTKG)

SLEMAN - Gunung Merapi di perbatasan DIY-Jawa Tengah kembali memuntahkan awan panas guguran (APG). Kali ini dua kali.

APG yang sering disebut sebagai erupsi atau keluarnya Wedhus Gembel tersebut terjadi pada Minggu 21 Januari 2024. Pukul 13.55 WIB dan 14.12 WIB.

Akun X Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) melaporkan, angin mengarah ke timur.

''Wilayah lereng timur Gunung Merapi terdampak hujan abu vulkanik,'' tulis BPPTKG.

Dilaporkan di media sosial (X, Instagram, Facebook) di wilayah Deles Klaten, hujan abu mengguyur daerah wisata sisi timur Merapi tersebut.

Wilayah, Kemalang Klaten, Girpasang Klaten, termasuk Kota Boyolali juga mengalami hujan abu.

''Gunakan masker dan kaca mata. Hindari aktivitas di luar ruangan hingga hujan abu mereda,'' saran BPPTKG.

''Hati-hati berkendara, kondisi jalanan licin akibat abu vulkanik,'' lanjut BPPTKG.

Awan panas guguran (APG) terjadi dua kali. Pertama pada 13.55 WIB, amplitudo max 42 mm, durasi 214,40 detik, jarak luncur maksimal 2.000 meter ke arah barat daya (Kali Bebeng).

Erupsi yang kedua Gunung Merapi terjadi pukul 14.12 WIB, amplitudo max 70 mm, durasi 239,64 detik.

Jarak luncur Wedhus Gembel sejauh 2.400 meter ke arah barat daya (Kali Bebeng).

Visual Gunung Merapi berkabut, dan arah angin ke timur. (iwa)

 

Editor : Iwa Ikhwanudin
#wedhus gembel #Gunung Merapi #Awan Panas #guguran lava