Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Duh! Jembatan Kronggahan Sleman Masih Jadi Lokasi Pembuangan Sampah Liar

Iwan Nurwanto • Kamis, 18 Januari 2024 | 03:10 WIB
ORA TERTIB: Kondisi sampah yang menumpuk di jalan yang tidak jauh dari Jembatan Kronggahan, Rabu (17/1). Lokasi tersebut kerap menjadi tempat pembuangan sampah liar.
ORA TERTIB: Kondisi sampah yang menumpuk di jalan yang tidak jauh dari Jembatan Kronggahan, Rabu (17/1). Lokasi tersebut kerap menjadi tempat pembuangan sampah liar.

SLEMAN - Kesadaran masyarakat untuk membuang sampah pada tempatnya tergolong masih rendah. Pasalnya, masih ada beberapa lokasi di Kabupaten Sleman yang menjadi lokasi pembuangan sampah liar.

Pantauan Radar Jogja, Jembatan Kronggahan merupakan salah satu lokasi yang kerap menjadi sasaran pembuangan sampah liar.

Kantong-kantong berisi sampah rumah tangga kerap berada di pinggir jalan sekitar jembatan tersebut.


Kehadiran sampah-sampah itu pun tidak jarang menimbulkan bau yang tidak sedap. Bahkan juga kerap mengganggu pengguna jalan. Lantaran sampah yang keluar dari kantong plastik sering kali berterbangan hingga masuk ke tengah jalan.


Nugraha,32 salah satu pengguna jalan pun mengaku terganggu dengan sampah-sampah tersebut.

Menurutnya, kawasan jalan tidak seharusnya menjadi lokasi pembuangan sampah. Karena selain menjijikkan, juga membuat pengguna kendaraan terganggu dengan baunya.


“Sudah seharusnya masyarakat yang tidak bertanggung jawab ini (pembuang sampah liar) menyadari pentingnya membuang sampah pada tempatnya,” ujar Nugraha saat ditemui, Rabu (17/1).


Terkait dengan upaya mengatasi permasalahan sampah liar, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sleman Epiphana Kristyani mengaku, sudah berusaha agar sampah yang dibuang masyarakat tidak pada tempatnya dibersihkan.

Bahkan, pengangkutan rutin menggunakan truk sampah dan petugas kebersihan pun sudah dilakukan.


Namun meski sudah dibersihkan, menurut dia, tumpukan sampah biasanya akan muncul kembali.

Sebab, kesadaran masyarakat untuk mau mengelola sampahnya sendiri masih tergolong cukup rendah. Sehingga sampah pun hanya dibuang sembarangan.


“Penyebab masih banyaknya sampah liar di Sleman karena rendahnya kesadaran masyarakat untuk mengelola sampah dari rumah,” terang Epiphana.

Dia menyebut, untuk mengolah sampah dari rumah sejatinya dapat dilakukan dengan cara memilah sampah terlebih dahulu. Yakni, memisahkan sampah organik dengan anorganik.


Sampah organik seperti sisa makanan dapat dimanfaatkan untuk pakan ternak atau dibuang ke jugangan. Sementara sampah anorganik bisa dikumpulkan untuk dijual kepada pengepul.


"Sudah saatnya masyrakat untuk bekerja sama dengan pemerintah mengelola sampah," katanya. (inu)

Editor : Amin Surachmad
#Sleman #Membuang Sampah #kesadaran masyarakat