SLEMAN - Seorang pelajar di Tempel, Sleman, mengalami luka di pinggangnya yang cukup dalam. Peristiwa itu dilaporkan ke Polresta Sleman dan mengaku sebagai korban klitih.
Namun, dari penyelidikan sementara Satreskrim Polresta Sleman, ternyata korban merupakan pelajar yang duel satu lawan satu dengan temannya sendiri.
Kasat Reskrim Polresta Sleman AKP Riski Adrian menjelaskan, peristiwa itu saat ini masih didalami. Dia belum bisa membeberkannya secara rinci.
Tetapi, dari hasil penyelidikan sementara kronologinya korban yang berada di rumah sakit mengaku sebagai korban klitih dan tidak mengetahui pelakunya siapa.
Tidak hanya itu, korban yang di RS juga tidak mengetahui kejadiannya di mana dan tidak saling mengenal dengan pelakunya.
"Rupanya waktu kami mintai handphone si korban ditemukan chat-chatnya, ternyata pelaku dan korban saling kenal," bebernya, Selasa (16/1/2024).
Dari hasil penyelidikan chatingan WhatsApp dilakukan pemeriksaan dan penangkapan di daerah Bantul.
Diketahui keduanya antara yang diduga menjadi korban dan pelaku berkawan. Pelaku yang sudah diamankan dimintai keterangan.
Dari pengakuan sementara terduga pelaku keduanya berkelahi.
Riski menambahkan, disinyalir ada miskomunikasi antara keduanya. Awalnya, pelaku datang ke rumah korban, habis itu bersama-sama ke luar.
"Di pertengahan jalan ada cekcok, namun kedua belah pihak ini sudah menyiapkan celurit masing-masing. Ini pelaku juga sedang kami lakukan pemeriksaan di ruangan ya nanti akan kami update," tuturnya.
Dia menuturkan, korban mengalami luka itu di daerah pinggang belakang itu di celurit sama pelaku hingga organ dalamnya ke luar. Itu lantaran karena saat celurit tertancap ditarik oleh pelaku.
Riski enggan membeberkan identitas keduanya karena masih saja dan baru banget ditanganj.
Namun, yang pasti keduanya masih berstatus sebagai pelajar setingkat SMK. Saat ini korban masih ditangani di rumah sakit untuk mendapatkan perawatan.
"Jadi, duel itu baru kami dapat keterangan dari pelaku, kami juga belum dapat keterangan dari korban," ucapnya.
Nanti lebih lanjutnya akan diupdate oleh pihak kepolisian. Saat kejadian itu minim saksi, karena hanya berdua.
Memang ada satu orang saksi karena sebenarnya boncengan bertiga.
"Tetapi karena kejadian tadi pagi langsung kami lihat ada mencurigakan di wa itu kita ambil dulu yang ribut di wa tadi rupanya mengakui," ujar Riski.
Untuk permasalahan atau penyebab keduanya duel masih didalami. Riski mengaku, itu masih diselidiki dan belum diketahui secara pasti.
Menurutnya, sampai sekarang celuritnya masih dilakukan pencarian karena belum ditemukan.
Dari keterangan pelaku dan korban berbeda-beda perihal celurit ini. Keduanya merupakan satu lingkaran pertemanan.
"Pelaku luka juga. Bahkan tadi menurut keteranganya pelaku mau buat LP baru. Ya silakan lah, karena menurut pelaku dia juga membela diri," tandasnya. (rul)
Editor : Amin Surachmad