SLEMAN - Taman Denggung dan Taman Layak Anak Sleman sudah diresmikan atau mulai dibuka untuk umum pada Senin (15/1).
Kepala daerah setempat pun berharap kehadiran kedua taman itu bisa bermanfaat bagi masyarakat.
Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo mengatakan, wilayah Denggung saat ini sudah berkembang menjadi Kawasan perkotaan yang ramai dan padat kendaraan.
Sehingga keberadaan taman kota sudah menjadi keharusan.
Apalagi, kawasan Denggung merupakan wajah kota yang memiliki fungsi sebagai branding kabupaten Sleman.
Menurut Kustini, keberadaan taman kota tidak sebatas memperindah tata kota saja.
“Namun juga diharapkan menjadi landmark atau ikon kabupaten Sleman,” ujar orang nomor satu di Sleman itu disela peresmian Taman Denggung dan Taman Layak Anak Sleman, Senin (15/1).
Kustini melanjutkan, semangat yang sama juga disematkan pada revitalisasi Taman Layak Anak.
Dia berharap, kehadiran Taman Layak Anak tersebut dapat meneguhkan komitmen Bumi Sembada sebagai Kabupaten Layak Anak. Sekaligus menjadi ruang untuk anak-anak bermain.
Selain itu dapat dimanfaatkan sebagai ruang bermain anak, di kawasan Denggung juga disediakan taman lansia. Sehingga selain dapat membuat anak-anak ceria dengan wahana permainan yang ada.
Diharapkan juga dapat menjadi tempat lansia untuk berolahraga.
Baca Juga: 16 Tahun Tebarkan Manfaat Bagi Warga, Pemkab Bantul Apresiasi RS Nur Hidayah
Kustini pun berharap, masyarakat dapat ikut merawat Taman Denggung dan Taman Layak Anak Sleman.
Ini agar kemudian kehadiran kedua taman tersebut dapat memberi manfaat kepada masyarakat luas dalam jangka waktu lama.
“Kami juga persilahkan bagi masyarakat jika ingin rekreasi disini. Agar anak-anak kita menjadi amak yang ceria,” ajak Kustini.
Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Sleman Epiphana Kristyani menerangkan, revitalisasi Taman Denggung menghabiskan anggaran sebesar Rp 2,8 miliar.
Meliputi perbaikan patung KRT Pringgodiningrat yang merupakan bupati Sleman pertama, lalu perbaikan air mancur, perbaikan taman, dan perbaikan median jalan serta taman depan Sleman City Hall.
Kemudian untuk Taman Layak Anak, sambung Epiphana, menghabiskan anggaran sebesar Rp 1,8 miliar.
Di mana anggaran sebesar itu untuk pekerjaan perbaikan mainan anak, perbaikan sangkar burung, perbaikan ruang pengelola, serta penambahan taman untuk lansia.
“Revitalisasi Taman Denggung dan Taman Layak Anak ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan kabupaten akan penyediaan ruang terbuka hijau,” terang Epiphana.
Salah satu masyarakat, Anita Nurul Qhotimah mengaku, cukup senang deh revitalisasi Taman Layak Anak. Sebab, kondisinya jauh lebih baik dibandingkan sebelum revitalisasi.
Ia menilai, taman layak anak yang berada di kawasan Denggung itu jauh lebih rapi, menarik, dan lengkap wahana permainannya.
“Sekarang (Taman Layak Anak) sudah bagus untuk anak-anak,” ungkap warga Jalan Palagan ini. (inu)