SLEMAN - Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo mengaku kini cukup mewaspadai penyebaran polio.
Apalagi, sebelumnya Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, yang berbatasan langsung dengan Sleman ditetapkan kejadian luar biasa (KLB) oleh Kementerian Kesehatan.
Kustini mengatakan, imunisasi polio di Sleman dipastikan terlaksana dalam waktu dekat ini.
Langkah tersebut sesuai dengan arahan pemerintah pusat agar kabupaten Sleman segera melakukan Sub-Pekan Imunisasi Nasional (PIN) polio.
Ia mengaku, sudah memerintahkan Dinas Kesehatan dan aparat lintas sektoral agar melaksanakan imunisasi sesegera mungkin.
Pasalnya, kabupaten Sleman memiliki potensi terdampak penyebaran Polio pasca Klaten ditetapkan KLB.
Orang nomor satu di Sleman itu pun menyampaikan, bahwa monitoring penyakit polio juga terus dilakukan pemerintah. Supaya tidak ditemukan kasus polio di Bumi Sembada.
Apalagi, dengan kondisi geografis kabupaten Sleman dan Klaten yang berbatasan langsung.
"Kita terus perhatikan perkembangan penyakit ini. Mau tidak mau, semua siaga dan memastikan imunisasi lanjutan ini dilakukan merata ke seluruh anak-anak di Sleman agar kebal dan tidak menularkan ke orang lain," ujar Kustini dalam keterangan tertulis yang diterima Radar Jogja, Kamis (11/1).
Menindaklanjuti arahan Bupati Sleman, Kepala Dinas Kesehatan Sleman Cahya Purnama mengaku, sudah mengumpulkan aparat lintas sektor untuk mendukung pelaksanaan Sub-PIN Polio.
Pelaksanaan imunisasi sendiri sudah dijadwalkan dalam dua putaran.
Untuk putaran pertama digelar pada 15-20 Januari 2024 dan putaran kedua 19-24 Februari 2024.
Untuk imunisasi akan digelar di posyandu, taman kanak-kanak, dan sekolah dasar di seluruh wilayah kabupaten Sleman.
Cahya menerangkan, vaksin yang digunakan untuk Sub-PIN polio adalah nOPV2. Hal ini sesuai dengan virus yang menjangkiti pasien anak dalam kasus di Klaten, yakni virus polio tipe 2.
Ia juga menyampaikan kalau cakupan imunisasi inactivated poliovirus vaccine (IPV) di Sleman selama ini telah mencapai 98 persen.
“Dengan pemberian vaksin ini, anak-anak akan kebal terhadap virus polio tipe 2 itu serta tidak bisa menularkan ke orang lain,“ bebernya. (inu)