Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Gunung Merapi Luncurkan 36 Guguran Lava dan 2 Kali Awan Panas Guguran, Jarak Luncur Maksimum 1.800 Meter

Iwa Ikhwanudin • Jumat, 5 Januari 2024 | 12:43 WIB
WASPADA: Gunung Merapi beberapa waktu lalu. (BPPTKG)
WASPADA: Gunung Merapi beberapa waktu lalu. (BPPTKG)
 
SLEMAN - Aktivitas Gunung Merapi di perbatasan DIY-Jawa Tengah mengalami peningkatan tajam pada Kamis 4 Januari 2024, pukul 00.00-24.00 WIB.
 
Terjadi 2 kali awan panas guguran (APG) dan 36 guguran lava.
 
Sebanyak 36 guguran lava tersebut masing-masing: 14 kali guguran lava ke arah Kali Bebeng dengan jarak luncur maksimum 1.300 meter.
 
Baca Juga: TPS Khusus di Rutan Purworejo, Sementara Ada 101 DPT
 
Guguran lava sebanyak 20 kali ke arah Kali Bebeng dengan jarak luncur maksimum 1.400 meter.
 
Dua kali guguran lava ke arah Kali Boyong dengan jarak luncur maksimum 1.400 meter.
 
Sedangkan dua kali awan panas guguran (APG) ke arah Kali Bebeng dengan jarak luncur maksimum 1.800 meter.
 
Baca Juga: Awal Tahun, Harga Beras dan Cabai di Kota Magelang Alami Peningkatan
Data tersebut diperoleh Radar Jogja dari MAGMA-VAR (Volcanic Activity Report) Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG).
 
Pada saat pengamatan, cuaca di seputar Merapi cerah, berawan, dan mendung.
 
Angin bertiup tenang ke arah timur dan barat.
 
Baca Juga: Tertimpa Pohon Tumbang, Atap Rumah di Purworejo Hilang
 
Suhu udara 17.7-25.5 °C, kelembaban udara 60-99 %, dan tekanan udara 838.2-918.9 mmHg. Volume curah hujan 50 mm per hari.

Secara visual Gunung Merapi terlihat jelas, kabut 0-II, dan kabut 0-III.

Asap kawah bertekanan lemah teramati berwarna putih dengan intensitas tebal dan tinggi 30-100 meter di atas puncak kawah. 

Terjadi kegempaan berupa awan panas guguran (APG) (jumlah: 2, amplitudo: 19-21 mm, durasi: 151-155.56 detik).
 
Kegempaan guguran (jumlah: 108, amplitudo: 3-64 mm, durasi: 43-169.8 detik).
 
Kegempaan hybrid/fase banyak (jumlah: 33, amplitudo: 2-10 mm, S-P: 0.3-0.6 detik, durasi: 5.08-10.04 detik).
 
Baca Juga: Ambil Lima dari Sembilan Pemain Incaran, Persiba Bantul Perkuat Skuad untuk Arungi Liga 3 Nasional
 
Kegempaan tektonik jauh (jumlah: 2, amplitudo: 7-8 mm, S-P: 11.6-19.84 detik, durasi: 67.8-74.2 detik).
 
Meskipun mengalami peningkatan aktivitas cukup signifikan, tingkat aktivitas Gunung Merapi masih berada di level III (siaga).

Atas kenaikan aktivitas tersebut, BPPTKG mengeluarkan rekomendasi sebagai berikut:

1. Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awanpanas pada sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 km.

Pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km.

Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.

2. Data pemantauan menunjukkan suplai magma masih berlangsung yang dapat memicu terjadinya awanpanas guguran di dalam daerah potensi bahaya.
 
3. Masyarakat agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya. 
 
4. Masyarakat agar mewaspadai bahaya lahar dan awan panas guguran (APG) terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi.
Baca Juga: Gunung Merapi Muntahkan Awan Panas Guguran ke Arah Kali Bebeng, Durasi 155,56 detik, Jarak Luncur 1.800 Meter
 
5. Masyarakat agar mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik dari erupsi Gunung Merapi.
 
6. Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, maka tingkat aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali. (iwa)
Editor : Iwa Ikhwanudin
#Gunung Merapi #awan panas guguran #Luncuran lava #guguran lava