SLEMAN - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sleman mencatat ada ratusan surat suara pemilihan presiden dan wakil presiden yang diterima dalam kondisi rusak saat proses pelipatan.
Surat suara yang rusak pun kini tengah diajukan penggantiannya.
Kepala Sub Bagian Keuangan, Umum dan Logistik KPU Sleman Meirino Setyaji mengatakan, pada hari pertama pelipatan Rabu (3/1) kemarin pihaknya menemukan sebanyak 141 lembar surat suara yang kondisinya rusak.
Surat suara itu pun tidak dapat digunakan untuk pelaksanaan Pemilu 2024 mendatang.
Rino sapaanya menyatakan, terkait dengan temuan surat suara yang rusak itu pihaknya akan berkoordinasi dengan KPU DIY.
Ini harapannya dapat dilakukan penggantian supaya tidak terjadi kekurangan surat suara di kabupaten Sleman.
“Bentuk kerusakannya berupa surat suara berlubang, kertas kusut, dan robek,” ujar Rino kepada Radar Jogja, Kamis (4/1).
Sebagaimana diketahui, KPU Sleman sudah mulai melakukan pelipatan surat suara pemilihan presiden dan wakil presiden. Pelipatan dilakukan di Gudang KPU Sleman yang beralamat di Jombor.
Ketua KPU Sleman Ahmad Baehaqi menyampaikan, dalam kegiatan sortir dan pelipatan surat suara pada hari pertama pihaknya mengerahkan sebanyak 236 orang.
Jumlah surat suara yang dilipat pun sesuai kebutuhan di Sleman sebanyak 867.622 lembar surat suara.
Baca Juga: KPU Bantul Mulai Sortir dan Lipat Surat Suara
Dia menerangkan, bahwa dalam proses pelipatan itu pihaknya juga melakukan pengawasan. KPU Sleman pun menarget pelipatan surat suara pemilihan presiden dan wakil presiden dapat selesai pada tanggal 5 Januari 2024 mendatang.
“Karena tanggal 6 nanti 7 nanti kami akan kedatangan surat suara yang lain,” ungkap Baehaqi. (inu)