Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Bencana Angin Kencang dan Tanah Longsor Mendominasi Selama Akhir Tahun, Ini Imbauan BPBD Sleman

Iwan Nurwanto • Rabu, 3 Januari 2024 | 17:07 WIB
SEMUA SELAMAT: Kondisi salah satu rumah di wilayah Kalurahan Rejosari, Kapanewon Semin pasca diterjang hujan disertai angin kencang Senin (14/11).
SEMUA SELAMAT: Kondisi salah satu rumah di wilayah Kalurahan Rejosari, Kapanewon Semin pasca diterjang hujan disertai angin kencang Senin (14/11).

SLEMAN - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman menyebut bencana angin kencang dan tanah longsor cukup mendominasi selama akhir tahun.

Jumlah kerugiannya pun ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Sleman Bambang Kuntoro mengatakan, dari catatan pihaknya selama bulan Desember ada empat kejadian angin kencang.

Serta berdampak pada kerusakan tujuh rumah, 13 pohon tumbang, empat jaringan listrik rusak, serta kerusakan jaringan telepon dan fasilitas umum masing-masing satu titik. Adapun total kerugiannya sendiri mencapai Rp. 104,2 juta.

Kemudian, lanjut Bambang, pihaknya juga mencatat ada empat titik bencana tanah longsor selama akhir tahun.

Kejadian tersebut berdampak pada rusaknya 158 meter kubik talud, kemudian juga ambrolnya 36 meter kubik tebing.

Total kerugian dari bencana tanah longsor mencapai Rp. 126,4 juta. Selain itu juga ada satu kejadian banjir yang sempat menggenangi pemukiman warga.

“Sehingga total ada sembilan kejadian bencana hidrometeorologi selama bulan Desember, dengan total kerugian materi Rp. 230,6 juta,” ujar Bambang kepada Radar Jogja, Rabu (3/1).

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Sleman Makwan membeberkan, potensi bencana hidrometeorologi kerap muncul ketika musim pancaroba seperti sekarang.

Dimana hal tersebut akan ditandai cuaca ekstrim berupa angin kencang disertai hujan deras.

Selain itu, peralihan musim kemarau ke penghujan juga akan membuat pembentukan awan cumulonimbus. Sehingga dapat memicu bencana angin puting beliung sampai hujan es.

Kondisi itu juga dapat mengakibatkan bencana tanah longsor dan banjir lahar hujan.

Karena itu, dia pun meminta agar masyarakat meningkatkan kewaspadaan serta mengurangi resiko.

Yakni dengan memastikan kondisi atap rumah benar-benar aman lalu diperkuat.

Selain itu, pohon yang kering juga dipotong dan dikurangi rantingnya agar tidak menimpa kawasan permukiman.

Kemudian untuk mengurangi banjir atau genangan, Makwan meminta, agar masyarakat mulai membersihkan saluran air. Serta tidak membuang sampah pada saluran drainase.

"Untuk di jalan raya baliho-baliho juga diperiksa, apakah tiang sudah kuat dan lubang angin berfungsi dengan baik," katanya.

Kepala Sekretariat BPBD Sleman Asih Kushartati menerangkan, dalam kesiapsiagaan penanganan darurat bencana di kabupaten Sleman.

Pihaknya sudah berkoordinasi dengan 72 komunitas relawan yang tersebar di 17 kapanewon. Dari keseluruhan komunitas itu tercatat ada 3.250 relawan.

“Kabupaten Sleman juga telah membentuk Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) dari tingkat SD hingga SMP sebanyak 87 sekolah,” bebernya. (inu/bah)

Editor : Bahana.
#Sleman #BPBD #bencana angin kencang