Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Teramati 11 Kali Guguran Lava Merapi ke Arah Kali Bebeng, Jarak Luncur Maksimum 1.500 Meter

Iwa Ikhwanudin • Rabu, 3 Januari 2024 | 08:51 WIB
WASPADA: Pengunjung objek wisata di kawasan Gunung Merapi saat menaiki jip kemarin (9/12).
WASPADA: Pengunjung objek wisata di kawasan Gunung Merapi saat menaiki jip kemarin (9/12).

SLEMAN - MAGMA-VAR (Volcanic Activity Report) KESDM, Badan Geologi, PVMBG; Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) melaporkan, telah terjadi 11 kali guguran lava Gunung Merapi.

Guguran lava mengarah ke arah Kali Bebeng, dengan jarak luncur maksimum 1.5000 meter.

Baca Juga: Berpeluang Geser Madagaskar, Vanili Jadi Tanaman Investasi Manfaatkan Pekarangan, Tidak Perlu Modal Banyak

Aktivitas vulkanis Gunung Merapi tersebut teramati pada Selasa 2 Januari 2024 pukul 00.00-24.00 WIB.

Secara meteorologi, cuaca di Gunung Merapi berawan, dan mendung.

Angin bertiup lemah ke arah timur dan barat.

Suhu udara 18.5-25.5 °C, kelembaban udara 60-99 %, dan tekanan udara 871.2-918.5 mmHg.

Volume curah hujan 6 mm per hari.

Gunung Merapi terlihat jelas, kabut 0-II, dan kabut 0-III.

Asap kawah tidak teramati.

Terjadi kegempaan guguran (jumlah: 83, amplitudo: 3-23 mm, durasi: 23.24-181.8 detik).

Gempa hybrid/fase banyak (jumlah: 3, amplitudo: 2-4 mm, S-P: 0.4-0.7 detik, durasi: 6-8.44 detik).

Gempa tektonik jauh (jumlah: 1, amplitudo: 4 mm, S-P: 15.16 detik, durasi: 89.64 detik).

Tingkat aktivitas Hunung Merapi masih berada di level III (siaga).

BPPTKG mengeluarkan rekomendasi sebagai berikut:

1. Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awanpanas pada sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 km.

Pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km.

Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.

2. Data pemantauan menunjukkan suplai magma masih berlangsung yang dapat memicu terjadinya awanpanas guguran di dalam daerah potensi bahaya.

3. Masyarakat agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya.

Baca Juga: Terjun Bebas ke Peringkat 20 Klasemen, Birmingham City Pecat Rooney

4. Masyarakat agar mewaspadai bahaya lahar dan awanpanas guguran (APG) terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi.

5. Masyarakat agar mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik dari erupsi Gunung Merapi.

6. Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, maka tingkat aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali.

Aktivitas Gunung Merapi masih tinggi.

Diharapkan masyarakat bisa menjauh dari lokasi yang diindikasikan memiliki risiko bahaya. (iwa)

 

Editor : Iwa Ikhwanudin
#Gunung Merapi #Awan Panas #guguran lava